Dukungan Menguat, NU Dinilai Mitra Strategis Pemerintah

oleh -27 Dilihat
oleh
Dukungan Menguat, NU Dinilai Mitra Strategis Pemerintah
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso (paling kanan) saat mendampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada gelaran Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berlangsung di Bangkalan.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyatakan dukungannya terhadap pesan yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 di Bangkalan. Menurutnya, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat persatuan bangsa.

Cahyo menghadiri forum nasional tersebut bersama sejumlah pejabat negara, di antaranya Presiden Prabowo Subianto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para pemimpin nasional dan jajaran PBNU dinilai mencerminkan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Dalam keterangannya, Cahyo menegaskan bahwa NU selama ini tidak hanya dikenal sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.

“Kami melihat bagaimana PBNU tidak hanya menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan bangsa dan memperkuat persatuan nasional,” ujar Cahyo, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai pesan Presiden Prabowo dalam forum tersebut menjadi pengingat mengenai peran historis NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, para ulama dan warga Nahdliyin telah terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta membangun fondasi kehidupan berbangsa sejak sebelum Indonesia merdeka.

Cahyo menyebut semangat cinta tanah air yang diwariskan para ulama NU tetap relevan di tengah berbagai tantangan nasional, mulai dari persoalan sosial, ekonomi hingga dinamika geopolitik global. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong dinilai perlu terus diperkuat sebagai modal menjaga ketahanan nasional.

“Nilai perjuangan, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air yang diwariskan para ulama menjadi landasan kepercayaan kita bersama. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” katanya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kuatnya nilai kebangsaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas NU. Salah satu contohnya tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan yang menurutnya sarat pesan cinta tanah air bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Prabowo juga menyinggung tradisi warga NU yang kerap menyanyikan Syubbanul Wathan dalam berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan warga NU menjadi simbol kuatnya komitmen terhadap persatuan dan kebangsaan.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa NU selama ini berperan sebagai faktor stabilisator nasional yang konsisten hadir saat bangsa menghadapi berbagai tantangan. Pernyataan tersebut mempertegas posisi NU sebagai elemen penting dalam menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan para narasumber dalam Munas dan Konbes PBNU tersebut menunjukkan adanya kesamaan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung keberlanjutan pembangunan Indonesia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.