DPRD Optimistis Ekonomi Bromo Pulih 90 Persen

oleh -52 Dilihat
oleh
DPRD Optimistis Ekonomi Bromo Pulih 90 Persen
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardana.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan optimistis aktivitas ekonomi di kawasan Bromo dapat kembali pulih hingga sekitar 90 persen setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan.

Optimisme tersebut berkaitan erat dengan peran kawasan Bromo sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan. Aktivitas pariwisata tidak hanya berdampak pada sektor kunjungan wisatawan, tetapi juga menghidupkan usaha masyarakat seperti transportasi wisata, penginapan, kuliner, perdagangan, hingga produk pertanian dan UMKM.

Pemulihan ekonomi pascakarhutla dinilai perlu menjadi perhatian karena dampak kebakaran tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Gangguan terhadap aktivitas wisata berpotensi memengaruhi pendapatan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari geliat pariwisata kawasan Bromo.

Kawasan Bromo di wilayah Pasuruan sendiri merupakan bagian penting dari pengembangan kawasan penyangga Bromo-Tengger-Semeru. Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebelumnya telah menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu wilayah strategis untuk pengembangan ekonomi berbasis pariwisata, pertanian, dan agropolitan.

Karena itu, pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan memastikan kawasan kembali aman bagi wisatawan. Infrastruktur pendukung, akses transportasi, aktivitas pelaku usaha, serta kepastian informasi mengenai kondisi kawasan juga menjadi faktor penting agar kepercayaan wisatawan kembali tumbuh.

Persoalan ini menjadi penting karena geliat kunjungan wisatawan belum otomatis menjamin seluruh pelaku usaha memperoleh manfaat ekonomi. Pengalaman sebelumnya menunjukkan wisatawan dapat memadati kawasan Bromo, tetapi tingkat hunian hotel masih tertinggal karena sebagian pengunjung memilih datang dan pulang tanpa menginap.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa indikator kebangkitan ekonomi kawasan Bromo perlu dilihat lebih luas. Bukan hanya dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari perputaran uang yang benar-benar masuk ke masyarakat lokal.

DPRD Kabupaten Pasuruan juga memiliki kepentingan untuk memastikan potensi pariwisata mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga. Sebab, sektor pariwisata dinilai memiliki efek berantai terhadap berbagai usaha masyarakat di sekitar destinasi.

Di sisi lain, ancaman karhutla menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Dokumen perencanaan Kabupaten Pasuruan mencatat kawasan hutan dan semak belukar, termasuk wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sebagai kawasan yang memiliki potensi kebakaran hutan.

Artinya, pemadaman api harus diikuti langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu aktivitas wisata dan perekonomian masyarakat. Penguatan mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, pengawasan kawasan rawan kebakaran, serta koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dari pemulihan jangka panjang.

Dengan potensi ekonomi Bromo yang besar, target pemulihan hingga 90 persen menjadi peluang sekaligus tantangan. Pemerintah daerah dan DPRD dituntut memastikan optimisme tersebut diterjemahkan menjadi pemulihan nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat, bukan sekadar angka proyeksi.

Pemulihan kawasan Bromo pada akhirnya tidak hanya menyangkut bangkitnya sektor wisata, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi warga serta kemampuan pemerintah menjaga kawasan dari ancaman bencana berulang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.