Damkar Evakuasi Sarang Lebah Raksasa di Gedung Pemkab Ponorogo

oleh -52 Dilihat
oleh
Damkar Evakuasi Sarang Lebah Raksasa di Gedung Pemkab Ponorogo
Petugas saat mengevakuasi sarang lebah. (Foto/Istimewa)
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Aktivitas perkantoran di lantai 8 Gedung Sasana Krida Praja, kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, sempat diwarnai kekhawatiran setelah ditemukan sarang lebah berukuran besar di sisi luar bangunan, Jumat (31/7/2026). Demi mengantisipasi potensi bahaya terhadap pegawai, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo menerjunkan lima personel untuk mengevakuasi koloni lebah dengan akses yang terbatas melalui jendela gedung.

Keberadaan sarang lebah tersebut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pegawai yang beraktivitas di lantai 8. Meski belum ada laporan korban akibat sengatan, pihak perkantoran memilih segera meminta bantuan Damkar guna mencegah risiko yang lebih besar apabila koloni terus berkembang.

Anggota Damkar Ponorogo, Hari Purnomo, menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi sarang berada di bagian luar gedung dengan ruang gerak petugas yang sangat terbatas.

“Evakuasinya sangat sulit sekali, dikarenakan akses untuk mengevakuasi itu cuma lewat jendela,” ujar Hari.

Dalam proses penanganan, petugas menggunakan metode penyemprotan dengan bahan bakar jenis pertalite untuk mengusir koloni lebah dari sarangnya. Setelah lebah meninggalkan lokasi, petugas kemudian melakukan pembersihan secara hati-hati agar tidak membahayakan penghuni gedung maupun personel yang bertugas.

“Untuk mengusirnya dengan cara kita memakai semprotan dengan BBM jenis pertalite,” katanya.

Damkar mengerahkan lima personel dalam operasi tersebut. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan karena koloni yang dievakuasi merupakan tawon madu atau tawon gung yang tetap memiliki potensi menyengat apabila merasa terganggu.

Hari juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Menurutnya, ini merupakan kali kedua sarang lebah muncul pada titik yang sama, sehingga menjadi perhatian untuk dilakukan pemantauan lebih lanjut agar tidak kembali berkembang di area gedung pemerintahan.

“Ini yang kedua kalinya, lokasinya sama di situ juga,” ungkapnya.

Meski sengatan tawon madu umumnya tidak menyebabkan kematian, Hari menegaskan keberadaan koloni tetap berpotensi membahayakan, terutama bagi pegawai maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

“Dikatakan membahayakan, ya membahayakan,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pegawai yang bekerja di lantai 8 Gedung Sasana Krida Praja, Sri Rohani, mengaku baru mengetahui adanya sarang lebah setelah beberapa kali melihat tawon masuk ke dalam ruang kerja. Awalnya, ia tidak menyadari bahwa koloni tersebut berada tepat di sisi luar ruangan tempatnya bekerja.

“Kalau tawon itu munculnya kapan, saya persisnya kurang tahu. Akhir-akhir ini saya pernah ada salah satu tawon yang masuk. Saya juga tidak mikir kalau di sebelah saya itu ada tawon,” ujarnya.

Menurut Sri, kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu dan saat itu juga ditangani oleh petugas Damkar. Sarang yang ditemukan kali ini berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya dengan ukuran yang sudah cukup besar sehingga perlu segera dievakuasi.

Ia mengaku belum pernah mengalami sengatan lebah, namun tetap merasa khawatir apabila koloni tersebut masuk ke dalam ruang kerja. Selama ini, aktivitas perkantoran masih berjalan normal karena jendela ruangan selalu dalam kondisi tertutup.

“Alhamdulillah tidak pernah tersengat,” pungkasnya.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap potensi ancaman keselamatan di lingkungan perkantoran. Penanganan yang dilakukan Damkar Ponorogo menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko terhadap pegawai serta memastikan aktivitas pelayanan pemerintahan tetap berlangsung aman dan kondusif. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.