Bupati Jember Ajak HKTI Kembalikan Lumbung Pangan

oleh -29 Dilihat
oleh
Bupati Jember Ajak HKTI Kembalikan Lumbung Pangan
Bupati Muhammad Fawait dalam pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, di Pendapa Wahyawibawagraha, 3 Oktober 2026 malam.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan sektor pertanian dan posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama Jawa Timur maupun nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Fawait saat menghadiri pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Jember periode 2026–2031 di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (3/10/2026) malam. Sebanyak 31 PAC HKTI tingkat kecamatan resmi dilantik dalam agenda tersebut.

Menurut Fawait, Jember secara historis memiliki peran penting dalam produksi pangan. Namun, posisi daerah tersebut sempat berada di luar tiga besar produktivitas padi Jawa Timur. Tahun ini, Jember kembali masuk tiga besar, sehingga momentum tersebut dinilai perlu diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.

“Mudah-mudahan kolaborasi Pemda dengan HKTI bisa membuat lebih baik lagi,” kata Fawait.

Dorongan tersebut bukan sekadar penguatan kelembagaan organisasi petani. Fawait meminta HKTI ikut menjadi penghubung antara pemerintah, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta masyarakat pertanian agar berbagai program pemerintah benar-benar berdampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.

Ia juga mendorong HKTI aktif mengakses program pertanian dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fawait menyebut dukungan sektor pertanian di Jember pada 2025–2026 mencapai lebih dari Rp300 miliar, antara lain melalui bantuan bibit, optimasi lahan, serta alat dan mesin pertanian.

Besarnya dukungan anggaran tersebut sekaligus menjadi tantangan. Persoalannya bukan hanya seberapa besar bantuan yang masuk, tetapi bagaimana program tersebut mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan petani, dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

Sebelumnya, Fawait menyoroti kondisi produksi padi Jember yang dinilai belum sebanding dengan potensi luas lahan pertanian. Infrastruktur pertanian yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum mengalami perbaikan signifikan juga disebut menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi.

Karena itu, penguatan HKTI hingga tingkat kecamatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi tersebut didorong mengambil peran konkret dalam mendampingi petani, memperkuat regenerasi petani muda, serta membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pasar, dan program pemerintah.

Ketua HKTI Jember H. Ponimin Tohari sebelumnya menyampaikan bahwa organisasi akan memperkuat struktur hingga tingkat desa dan kelurahan. Salah satu program yang disiapkan adalah Sekolah Lapang Petani Muda dengan melibatkan petani, penyuluh, perguruan tinggi, pemerintah, perbankan, perusahaan, kelompok tani, hingga pasar.

Kolaborasi Pemkab Jember dan HKTI kini menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut. Jika dukungan anggaran, infrastruktur, kelembagaan petani dan akses pasar dapat berjalan beriringan, target mengembalikan Jember sebagai lumbung pangan bukan sekadar slogan, tetapi dapat diukur melalui peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.