Bojonegoro Tawarkan Proyek Pakan Ternak di EJIF 2026

oleh -19 Dilihat
oleh
Bojonegoro Tawarkan Proyek Pakan Ternak di EJIF 2026
Bupati Bojonegoro dan Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro saat hadiri EJIF (foto:ist)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kabupaten Bojonegoro membawa peluang investasi industri pakan ternak dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Grand City Exhibition Hall Surabaya, 30 September hingga 4 Oktober 2026. Proyek Poultry Feed Industry Development Project di Kecamatan Kedungadem menjadi salah satu proyek agroindustri yang ditawarkan kepada calon investor.

Keikutsertaan Bojonegoro dalam EJIF 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi investasi dan pengembangan sektor produktif kepada investor, pelaku usaha, perbankan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut menyediakan agenda presentasi proyek, business matching, pertemuan satu lawan satu hingga kunjungan lapangan.

Dalam pemetaan investasi EJIF 2026, terdapat sekitar 28 proyek dengan nilai total mencapai Rp73,77 triliun yang ditawarkan kepada investor. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, termasuk manufaktur, agroindustri, kawasan industri, infrastruktur dan pariwisata.

Khusus sektor agroindustri, proyek pakan ternak Bojonegoro tercatat bersama sejumlah proyek lain, seperti integrated farming sapi di Jombang, industri pengolahan udang terpadu, usaha sektor peternakan di Tuban dan proyek rumah potong hewan halal di Pamekasan.

Dari sisi lokasi, proyek industri pakan ternak yang ditawarkan Bojonegoro berada di Kecamatan Kedungadem. Kehadiran proyek tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya, tetapi juga membuka ruang pengembangan industri pendukung dengan nilai tambah di daerah.

Namun, penawaran proyek dalam forum investasi tidak serta-merta berarti investasi telah terealisasi. Tahapan berikutnya tetap bergantung pada proses komunikasi antara pemilik proyek dan calon investor, termasuk pembahasan kelayakan usaha, skema investasi, kepastian lahan, infrastruktur, perizinan, serta aspek ekonomi proyek.

EJIF 2026 sendiri menyediakan ruang One-on-One Meeting, Many-to-Many Meeting, Project Showcase dan kunjungan proyek. Situs resmi EJIF mencatat proyek pakan ternak Bojonegoro sebagai salah satu agenda dalam sesi Integrated Agro-Industry.

Selain forum promosi investasi, Bojonegoro juga membawa produk ekonomi kreatif daerah melalui rangkaian Jatim Fest 2026. Dekranasda Bojonegoro memperkenalkan berbagai produk unggulan, antara lain wastra dan batik, produk rajut, aksesori serta kerajinan kayu.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam forum tersebut menekankan pentingnya konektivitas, infrastruktur dan kemudahan berusaha dalam mendukung pengembangan investasi di Jawa Timur. Infrastruktur transportasi, kawasan industri, energi dan konektivitas antarwilayah menjadi bagian dari ekosistem investasi yang dibahas dalam forum.

Dengan masuknya proyek pakan ternak Bojonegoro dalam daftar peluang investasi EJIF 2026, perhatian selanjutnya berada pada kemampuan proyek tersebut menarik minat investor hingga berlanjut pada tahapan konkret. Bagi daerah, keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai proyek yang ditawarkan, tetapi juga dari realisasi investasi, aktivitas industri, penyerapan tenaga kerja dan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.