Dokter RS Kemenkes Surabaya Ingatkan Nyeri Dada

oleh -27 Dilihat
oleh
DPRD Pamekasan Soroti Layanan Kesehatan Gratis
Seminar Surabaya Health Fest (SHF) di RS Kemenkes Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Masyarakat usia produktif diingatkan tidak mengabaikan keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas saat beraktivitas, mudah lelah, maupun penurunan kemampuan beraktivitas. Keluhan tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit jantung, tetapi perlu mendapat perhatian apabila muncul berulang, semakin berat, atau disertai gejala lain.

Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi kesehatan yang disampaikan dalam rangkaian Surabaya Health Fest 2026 yang digelar RS Kemenkes Surabaya. Salah satu agenda kegiatan membahas kesehatan jantung melalui seminar dan live surgery bertajuk When The Right Heart Goes Wrong.

Dokter mengingatkan bahwa gangguan jantung tidak hanya berkaitan dengan kelompok usia lanjut. Masyarakat usia produktif tetap dapat memiliki faktor risiko sehingga gejala yang muncul sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa.

Keluhan nyeri dada dan sesak napas memiliki banyak kemungkinan penyebab. Karena itu, penilaian berdasarkan gejala semata tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami penyakit jantung. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab secara lebih tepat.

Dari sisi layanan, RS Kemenkes Surabaya juga mencantumkan nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, dan pingsan sebagai keluhan yang perlu dievaluasi tenaga medis. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, maupun riwayat keluarga juga menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan kardiovaskular.

Perhatian khusus diperlukan ketika nyeri dada atau sesak muncul dengan intensitas berat. RS Kemenkes Surabaya menyatakan nyeri dada berat atau sesak berat termasuk kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera melalui instalasi gawat darurat.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini, terutama ketika keluhan muncul berulang atau mengganggu aktivitas. Masyarakat tidak dianjurkan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan sensasi yang dirasakan, sebab gejala serupa dapat muncul pada kondisi medis yang berbeda.

Edukasi kesehatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung bukan hanya persoalan kelompok usia lanjut. Pola hidup, faktor risiko, riwayat kesehatan, serta respons terhadap gejala menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan masyarakat usia produktif.

Informasi kesehatan bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis. Pada kondisi dengan gejala berat atau memburuk cepat, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.