Arus Balik Gratis Jombang Disorot, Efektifkah Programnya?

oleh -22 Dilihat
oleh
Arus Balik Gratis Jombang Disorot, Efektifkah Programnya
Pemberangkatkan 300 peserta Angkutan Lebaran Gratis 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang pada Kamis (26/3/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Jombang memberangkatkan 300 peserta arus balik Lebaran gratis 2026, namun program ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitasnya dalam mengurangi beban transportasi dan risiko kecelakaan secara signifikan.

Pelepasan dilakukan di halaman Dinas Perhubungan, dipimpin Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, bersama jajaran pejabat daerah dan perwakilan instansi terkait. Program ini disebut sebagai bentuk pelayanan publik untuk membantu mobilitas masyarakat pasca Lebaran.

Sebanyak enam armada bus disiapkan dengan tujuan akhir Terminal Pulo Gebang Jakarta, masing-masing mengangkut sekitar 50 penumpang. Seluruh perjalanan direncanakan melalui jalur tol dengan estimasi waktu tempuh 12 hingga 13 jam.

Pemerintah daerah mengklaim program ini bertujuan menekan kemacetan dan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengguna sepeda motor jarak jauh. Namun, jumlah peserta yang terbatas dibandingkan total pemudik menimbulkan pertanyaan mengenai dampak riil terhadap kepadatan arus balik secara keseluruhan.

Aspek keselamatan juga menjadi sorotan. Pemkab memastikan armada telah melalui proses ramp check, namun pengawasan selama perjalanan serta kesiapan menghadapi kondisi darurat di jalan masih menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan program.

Peserta mendapatkan fasilitas dasar seperti makanan ringan dan air mineral, serta paket oleh-oleh setibanya di tujuan. Meski demikian, fasilitas ini dinilai lebih bersifat pelengkap dibandingkan solusi utama terhadap persoalan transportasi massal saat musim mudik dan balik.

Kepala Dinas Perhubungan Jombang, Sugianto, menyebut program ini sebagai langkah awal peningkatan layanan transportasi publik. Namun, tanpa perluasan kapasitas dan rute, program berpotensi hanya menjangkau sebagian kecil masyarakat.

Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah lain disebut telah dilakukan. Meski demikian, efektivitas kolaborasi lintas daerah dalam mengurai kepadatan arus mudik dan balik masih memerlukan evaluasi menyeluruh berbasis data.

Program arus balik gratis ini menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam pelayanan publik, namun keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh skala implementasi, konsistensi, serta dampak nyata di lapangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.