Rem Diduga Blong, Kecelakaan Beruntun Bromo Diselidiki

oleh -33 Dilihat
oleh
Rem Diduga Blong, Kecelakaan Beruntun Bromo Diselidiki
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatuunews.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan di jalur wisata Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026), memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian teknis pada kendaraan microbus yang mengangkut wisatawan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.40 WIB saat Microbus Toyota Hi Ace bernopol BE-7013-AQ melaju dari arah selatan menuju utara membawa tujuh penumpang, terdiri dari enam wisatawan asing dan satu warga negara Indonesia. Kendaraan tersebut dikemudikan Angga Eka Pragola Pati (39), warga Tabanan, Bali.

Berdasarkan keterangan Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, kendaraan diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman saat memasuki jalur turunan ekstrem kawasan Bromo. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak terkendali dan melebar ke jalur berlawanan.

“Indikasi awal menunjukkan kendaraan kehilangan kendali akibat dugaan gangguan sistem pengereman hingga masuk ke jalur lawan,” ujar Kanit Gakkum Ipda Aditya Wikrama.

Dalam kondisi tidak terkendali, microbus pertama kali menabrak Toyota Rush bernopol L-1695-WD dari arah berlawanan. Benturan keras tidak menghentikan laju kendaraan, yang kemudian kembali menghantam SUV Renault-Nissan Koleos bernopol D-1785-NH.

Rangkaian tabrakan berlanjut ketika microbus tersebut kembali menabrak Toyota Hi Ace DK-7049-FK yang datang dari arah utara ke selatan. Insiden beruntun ini terjadi dalam waktu singkat dan memicu kepanikan di jalur wisata yang dikenal memiliki kontur jalan curam tersebut.

Sedikitnya sembilan orang dilaporkan mengalami luka ringan. Tiga korban dari kendaraan Renault dirawat di RSUD Ar Rozy, sementara enam penumpang microbus wisata menjalani perawatan di Puskesmas Sukapura.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dengan fokus pada kondisi teknis kendaraan, khususnya sistem pengereman, serta kemungkinan adanya kelalaian dalam uji kelayakan kendaraan wisata yang melintasi jalur rawan di kawasan Bromo.

(Red-Garudasatuunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.