Rem Blong Hiace Bromo, Nyaris Hantam Hajatan Warga

oleh -21 Dilihat
oleh
Rem Blong Hiace Bromo, Nyaris Hantam Hajatan Warga
Yogi, sopir Hiace
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatuunews.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Toyota Hiace pengangkut wisatawan asal Singapura di jalur wisata Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026), mengungkap dugaan kelalaian teknis pada sistem pengereman kendaraan. Insiden di jalur menurun itu nyaris menelan korban massal setelah kendaraan melaju tanpa kendali menuju kerumunan warga yang tengah menggelar hajatan.

Pengemudi Hiace, Yogi, mengungkapkan bahwa kendaraan awalnya dalam kondisi normal saat berangkat dari kawasan Arthotel menuju Ayam Bawangan. Namun, sekitar 10 menit perjalanan, fungsi rem tiba-tiba hilang. Ia menduga kondisi tersebut dipicu panas berlebih pada sistem pengereman yang tidak mampu menahan beban di jalur curam.

Situasi berubah kritis ketika kendaraan meluncur di turunan dengan kecepatan tinggi, diperkirakan mencapai 70 hingga 80 kilometer per jam. Di jalur yang sama, puluhan warga tampak berkumpul di tepi jalan untuk menghadiri acara hajatan, menciptakan potensi korban dalam jumlah besar.

Yogi menyebut sedikitnya 50 warga berada di area tersebut saat kendaraan tak terkendali. Dalam kondisi darurat, ia berupaya mengarahkan mobil agar tidak menabrak kerumunan. Manuver tersebut berhasil menghindarkan potensi tragedi, meski risiko kecelakaan beruntun tak terelakkan.

Untuk menghentikan laju kendaraan, sopir bersama rekannya terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan mengarahkan mobil ke arah tiang listrik milik PLN setelah sebelumnya menabrak beberapa kendaraan di depan. Tindakan itu dilakukan sebagai upaya terakhir menghentikan kendaraan yang kehilangan sistem pengereman.

Dampak kecelakaan menyebabkan sedikitnya tiga kendaraan mengalami kerusakan serius, termasuk yang terguling di lokasi kejadian. Kerusakan parah pada kendaraan mengindikasikan kerasnya benturan akibat laju tak terkendali.

Rombongan wisatawan asal Singapura yang berada di dalam Hiace turut menjadi korban. Mayoritas mengalami luka pada bagian kaki, sementara beberapa korban lainnya diduga mengalami cedera tulang serius. Kondisi tersebut memperkuat dugaan lemahnya standar keselamatan kendaraan wisata yang beroperasi di jalur ekstrem tanpa pengawasan teknis memadai.

Peristiwa ini membuka pertanyaan serius terkait kelayakan operasional kendaraan wisata di kawasan rawan seperti jalur Bromo, serta pengawasan terhadap kondisi teknis kendaraan sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang. Aparat terkait didesak segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian yang berpotensi melanggar standar keselamatan transportasi.

(Red-Garudasatuunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.