Armuji Bantah Intervensi Pemkot Surabaya ke Persebaya

oleh -44 Dilihat
oleh
Armuji Bantah Intervensi Pemkot Surabaya ke Persebaya
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji (dok. Ist)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji, membantah pernyataan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan tuntutan kepada Persebaya Surabaya untuk meraih gelar juara pada kompetisi liga musim depan.

Bantahan tersebut disampaikan Armuji menyusul berkembangnya informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya terkait hubungan Pemkot Surabaya dengan klub berjuluk Bajol Ijo tersebut.

Menurut Armuji, Persebaya saat ini merupakan klub profesional yang menjalankan manajemen secara mandiri sehingga pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur maupun menentukan target prestasi tim.

“Pernyataan itu tidak benar. Persebaya adalah klub profesional, bukan klub amatir,” ujar Armuji di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan pemerintah daerah dalam pendanaan Persebaya hanya terjadi ketika klub tersebut masih berstatus amatir pada awal tahun 2000-an. Saat itu operasional tim masih mendapatkan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun, sejak bertransformasi menjadi klub profesional pada 2010, seluruh aktivitas manajemen dan pembiayaan klub tidak lagi melibatkan APBD maupun intervensi pemerintah daerah.

Armuji menegaskan, Pemkot Surabaya tidak pernah mengucurkan anggaran kepada Persebaya maupun menetapkan target tertentu bagi manajemen klub, termasuk target juara.

“Setelah menjadi klub profesional, pemerintah tidak pernah ikut campur dan tidak mengucurkan dana sepeser pun dari APBD kepada klub,” tegasnya.

Sebagai bentuk profesionalisme yang dijalankan Persebaya, Armuji mengungkapkan bahwa penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tetap dilakukan melalui mekanisme sewa sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan tidak adanya perlakuan khusus maupun intervensi pemerintah terhadap klub kebanggaan warga Surabaya itu.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh urusan teknis maupun target prestasi Persebaya sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen klub.

“Pemkot tidak pernah campur tangan dan tidak pernah mengintervensi urusan Persebaya,” katanya.

Meski demikian, Armuji mengakui sebagai pendukung Persebaya dirinya berharap tim tersebut mampu meraih prestasi terbaik. Namun harapan tersebut bersifat dukungan moral sebagai suporter, bukan kebijakan maupun instruksi pemerintah daerah.

Sebelumnya, CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda juga meluruskan informasi yang berkembang terkait dugaan keterlibatan Pemkot Surabaya dalam target juara Persebaya pada musim mendatang.

Azrul menegaskan bahwa peringatan usia ke-100 yang menjadi momentum penting pada tahun depan merupakan milik Persebaya, bukan Kota Surabaya, sehingga target dan agenda klub sepenuhnya menjadi ranah internal manajemen.

Ia juga memastikan Persebaya tidak menerima dukungan sponsor maupun bantuan pendanaan dari pemerintah daerah. Hubungan yang terjalin dengan Pemkot Surabaya selama ini hanya sebatas kerja sama pemanfaatan fasilitas stadion sesuai aturan yang berlaku.

Pernyataan Armuji dan Azrul tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas narasi yang berkembang mengenai dugaan campur tangan pemerintah daerah dalam penentuan target prestasi Persebaya. Kedua pihak menegaskan bahwa klub dikelola secara profesional dan independen tanpa intervensi maupun dukungan anggaran dari APBD.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.