MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kabupaten Mojokerto meningkat menjadi 75,28 tahun pada 2025, naik dibandingkan capaian 2024 yang berada di angka 74,95 tahun. Data tersebut menjadi salah satu indikator peningkatan dimensi umur panjang dan hidup sehat dalam pembangunan manusia di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Umur Harapan Hidup saat lahir di Kabupaten Mojokerto mencapai 75,28 tahun pada 2025. Angka tersebut meningkat 0,33 tahun atau sekitar 0,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut juga menunjukkan tren berkelanjutan. Dalam periode 2021 hingga 2025, UHH Kabupaten Mojokerto meningkat dari 74,21 tahun menjadi 75,28 tahun atau bertambah 1,07 tahun. Rata-rata pertumbuhannya mencapai sekitar 0,36 persen per tahun.
Peningkatan AHH menjadi salah satu komponen dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2025, IPM Kabupaten Mojokerto tercatat 77,46, meningkat dari 76,69 pada 2024. Selain dimensi kesehatan, peningkatan juga terjadi pada indikator pendidikan dan standar hidup layak.
Dari sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat dari 12,99 tahun pada 2024 menjadi 13,16 tahun pada 2025. Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik tipis dari 9,13 tahun menjadi 9,14 tahun. Pengeluaran riil per kapita juga meningkat dari sekitar Rp13,9 juta menjadi Rp14,525 juta per tahun.
Namun, kenaikan angka harapan hidup tidak semata-mata dapat dibaca sebagai keberhasilan satu indikator pembangunan. AHH merupakan indikator statistik yang menggambarkan perkiraan rata-rata lama hidup berdasarkan kondisi mortalitas pada periode tertentu. Karena itu, capaian tersebut tetap perlu dibaca bersama indikator layanan kesehatan, pendidikan, kondisi sosial-ekonomi, serta akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebelumnya juga mendapat perhatian dalam agenda penguatan sumber daya kesehatan. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mencatat kebutuhan kecukupan tenaga medis sebagai salah satu faktor penting dalam optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam laporan tersebut, BPS Kabupaten Mojokerto menyebut AHH masyarakat terus meningkat hingga 75,28 tahun pada 2025.
Dengan demikian, kenaikan AHH menjadi 75,28 tahun dapat menjadi salah satu ukuran positif dalam perkembangan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Mojokerto. Tantangannya adalah memastikan peningkatan indikator tersebut berjalan seiring dengan pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
(Red-Garudasatunews)















