UMiCamp 2026 Satukan 66 Mahasiswa dari 29 Negara

oleh -26 Dilihat
oleh
UMiCamp 2026 Satukan 66 Mahasiswa dari 29 Negara
UMiCamp 2026 mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang budaya dalam pengalaman belajar (Foto: Istimewa)
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Sebanyak 66 mahasiswa dari 29 negara mengikuti International Summer Camp (UMiCamp) 2026 yang digelar Universitas Negeri Malang (UM). Program tersebut menjadi ruang pertemuan mahasiswa internasional dan mahasiswa Indonesia untuk bertukar pengetahuan, bahasa, serta pengalaman lintas budaya.

UMiCamp diselenggarakan oleh Office of International Affairs (OIA) UM. Kegiatan dibuka di Aula A20 Lantai 9 Kampus UM, Malang, dengan rangkaian agenda yang menggabungkan pembelajaran budaya Indonesia, bahasa, isu global, dan pembangunan berkelanjutan.

Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengatakan interaksi mahasiswa dari berbagai negara merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di era global. Menurutnya, kehadiran peserta internasional tidak hanya memberikan kesempatan bagi mereka mengenal Indonesia, tetapi juga memperluas wawasan mahasiswa Indonesia mengenai perkembangan di negara lain.

“UMiCamp tidak hanya ditujukan untuk memberikan pembelajaran kepada mahasiswa luar negeri mengenai budaya-budaya lokal, tetapi juga memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa Indonesia, khususnya UM, mengenai perkembangan-perkembangan di lintas negara,” ujar Hariyono.

Dari sisi program, UMiCamp tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peserta mengikuti kelas bahasa Indonesia tingkat dasar dan diperkenalkan secara langsung pada budaya lokal melalui workshop membatik. Pendekatan tersebut menempatkan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar materi pengenalan.

Panitia UMiCamp, Kheyzia Amanda, menyebut peserta tahun ini berasal dari 29 negara. Rangkaian kegiatan juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pendidikan bermutu dan kemitraan global.

“Di tahun ini kita mendapatkan peserta dari 29 negara untuk summer camp di Indonesia. Rangkaian acara kita gabungkan dengan isu SDGs, pengenalan budaya, serta pelatihan bahasa Indonesia,” kata Kheyzia.

Ia mengatakan program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperkuat posisi UM sebagai perguruan tinggi berorientasi internasional.

Kehadiran 66 mahasiswa dari berbagai negara juga menjadi kesempatan bagi UM untuk membangun jejaring akademik lintas negara. Di sisi lain, efektivitas program akan sangat bergantung pada sejauh mana pertukaran budaya dan pembelajaran tersebut menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.

UM berharap pengalaman peserta selama mengikuti UMiCamp di Malang dapat membangun kedekatan dengan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan akademik internasional. Program ini juga diposisikan sebagai bagian dari upaya mendukung SDG 4 tentang pendidikan bermutu dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.