Harga Telur Banyuwangi Naik Jelang Maulid Nabi

oleh -16 Dilihat
oleh
Harga Telur Banyuwangi Naik Jelang Maulid Nabi
Kebutuhan telur di masayarakat jelang HBKN terpantau aman dan tercukupi.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Harga telur ayam ras di Pasar Banyuwangi mengalami kenaikan menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada 20 September 2023, harga telur tercatat Rp26.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp25.500 per kilogram.

Kenaikan tersebut berlangsung bertahap. Pedagang telur Nur Inayah mengatakan harga telur ayam ras telah naik sekitar Rp500 setiap hari selama hampir sepekan. Menurutnya, harga Rp26.000 per kilogram sudah tergolong tinggi dibandingkan harga normal yang berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000.

Kenaikan harga bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Maulid Nabi. Telur menjadi salah satu komoditas penting dalam tradisi endog-endogan, yang menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap telur meningkat pada momentum tertentu.

Namun, kenaikan harga tidak serta-merta membuat penjualan pedagang melonjak. Inayah menyebut penjualan relatif sama seperti hari biasa. Pedagang juga membatasi stok karena telur memiliki masa simpan terbatas. Dalam sekali pembelian, ia biasanya hanya mengambil satu hingga dua peti, dengan satu peti berisi sekitar 15 kilogram telur ayam ras.

Dari sisi rantai pasok, Inayah mengungkapkan selisih harga antara pembelian dari pemasok dan harga jual hanya sekitar Rp300 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan ruang margin pedagang relatif terbatas, sementara perubahan harga di tingkat pemasok langsung berpengaruh terhadap harga yang dibayar konsumen.

Petugas Pasar Banyuwangi, Arista Lila Candra, menyebut kenaikan harga telur menjelang Maulid Nabi merupakan fenomena yang berulang setiap tahun. Tradisi perayaan yang menggunakan telur sebagai bagian dari kebutuhan budaya masyarakat turut memengaruhi pergerakan permintaan.

Untuk telur ayam kampung, harga juga berbeda. Komoditas tersebut dijual sekitar Rp3.000 per butir dan relatif jarang diperdagangkan berdasarkan satuan kilogram.

Arista berharap kenaikan harga telur ayam ras tidak terus berlanjut hingga menembus Rp30.000 per kilogram. Stabilitas harga dinilai penting agar kebutuhan masyarakat untuk perayaan Maulid Nabi tetap dapat dipenuhi tanpa menambah beban pengeluaran.

Kenaikan harga ini juga memperlihatkan pola musiman dalam perdagangan pangan di Banyuwangi. Ketika kebutuhan masyarakat meningkat pada momentum keagamaan, harga komoditas tertentu ikut terdorong. Karena itu, pemantauan pasokan dan harga menjadi penting untuk memastikan kenaikan tidak berkembang menjadi gejolak harga yang membebani konsumen.

Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya pengaruh tradisi lokal terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Banyuwangi, khususnya menjelang perayaan Maulid Nabi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.