PASURUAN, Garudasatunews.id – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memimpin drawing atau pengundian grup Bupati Cup 2026 Pasuruan Super League di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Senin (24/8/2026). Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
Pengundian membagi tim dari 24 kecamatan ke dalam empat grup. Grup A dihuni Nguling FC, Kraton FC, Prigen FC, Bangil FC, Tutur FC dan Pohjentrek FC. Grup B terdiri atas Gempol FC, Sukorejo United, Beji United, SS Purwodadi, Pasrepan Putra FC dan Wonorejo FC.
Sementara Grup C berisi Lekok United, Rembang United, Lumbang Raya FC, Purwosari FC, Digdaya Grati dan Winongan Maju FC. Grup D diisi Pandaan FC, Gondangwetan FC, Rejoso FC, Tosari FC, Kejayan FC dan Puspo FC.
Rusdi mengatakan Pasuruan Super League tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara. Kompetisi tersebut juga diposisikan sebagai ruang pembinaan, pencarian talenta muda, sekaligus sarana memperkuat sportivitas dan persaudaraan antarkecamatan.
“Melalui kompetisi ini akan lahir bibit-bibit pesepakbola potensial yang nantinya mampu membawa nama baik Kabupaten Pasuruan,” kata Rusdi.
Dari sisi penyelenggaraan, drawing dilakukan secara terbuka. Rusdi meminta seluruh peserta menerima hasil pengundian dan fokus mempersiapkan tim. Total hadiah yang diperebutkan tahun ini mencapai Rp250 juta, sama seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Namun, perhatian utama kompetisi tahun ini bukan hanya nilai hadiah. Regulasi pemain menjadi bagian penting karena setiap tim diwajibkan menggunakan pemain yang benar-benar berasal dari kecamatan masing-masing. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan Agus Masjhadi menegaskan tidak diperbolehkan transfer pemain dari luar kecamatan maupun luar Kabupaten Pasuruan.
Komposisi pemain juga diarahkan untuk memberi ruang kepada talenta muda. Setiap tim wajib memiliki lima pemain junior berusia 16-20 tahun, sedangkan pemain lainnya berasal dari kelompok usia 21-35 tahun. Kebijakan ini ditujukan agar kompetisi tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar, tetapi memiliki dampak terhadap pembinaan sepak bola daerah.
Agus menyebut talenta muda yang muncul dari turnamen tersebut diharapkan dapat berkembang dan berpeluang memperkuat klub Kabupaten Pasuruan, termasuk Persekabpas dan Pasuruan United.
Rusdi juga mengingatkan peserta dan penonton menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan serta sportivitas selama kompetisi. Dengan demikian, Bupati Cup 2026 diharapkan bukan sekadar menjadi agenda olahraga tahunan, melainkan menjadi jalur pembinaan pemain lokal yang dapat dipantau dan dikembangkan secara berkelanjutan.
(Red-Garudasatunews)












