Vinanda Ajak UNISKA Hadirkan Solusi Nyata Ketahanan Pangan

oleh -35 Dilihat
oleh
Vinanda Ajak UNISKA Hadirkan Solusi Nyata Ketahanan Pangan
Vinanda Prameswati mendorong UNISKA menghadirkan inovasi yang memberi solusi nyata bagi masyarakat.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak Universitas Islam Kadiri (UNISKA) untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan gagasan yang berdampak langsung, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Kuliah Tamu bertema “UNISKA Kampus Berdampak: Siap Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional” di Aula Gedung E Kampus UNISKA Kediri.

Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, sebagai narasumber utama. Forum akademik ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda dalam membahas tantangan serta strategi penguatan ketahanan pangan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Vinanda menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai teori di ruang kelas. Menurutnya, kampus harus mampu membaca persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan menghadirkan solusi yang aplikatif.

“Ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kampus memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata,” ujar Vinanda.

Ia mencontohkan pelaksanaan KKN Tematik 2026 UNISKA melalui program SIGAP Pangan yang mulai menyentuh berbagai persoalan strategis di masyarakat. Program tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, kampus, dan pemerintah daerah dapat menghasilkan langkah konkret dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Vinanda juga menegaskan Pemerintah Kota Kediri membuka ruang kolaborasi yang luas dengan UNISKA maupun perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, berbagai persoalan masyarakat membutuhkan pendekatan ilmiah dan inovatif yang dapat dihasilkan dari lingkungan akademik.

Dari sudut pandang pembangunan daerah, keterlibatan kampus dinilai penting untuk memperkuat riset terapan, pengembangan teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa persoalan pangan bukan sekadar menyangkut kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan dapat berdampak pada berkurangnya manfaat ekonomi yang seharusnya diterima petani dalam negeri.

“Kalau kita tidak berdaulat dan tidak swasembada, artinya kita membeli dari negara lain. Ketika impor beras, yang mendapatkan manfaat adalah petani di negara asal. Swasembada pangan tidak boleh ditawar karena merupakan bagian dari kedaulatan dan kehormatan bangsa,” tegas Zulkifli Hasan.

Dalam perspektif ketahanan nasional, Zulkifli menilai sektor pangan memiliki dampak luas terhadap produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan pemecahan masalah (problem solving) untuk menjawab tantangan masa depan.

Melalui kuliah tamu tersebut, pemerintah berharap lahir gagasan baru, inovasi, dan kolaborasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak solusi atas berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.