TTL Gandeng BRIN, Proyek Hijau Pelabuhan Disorot

oleh -83 Dilihat
oleh
MCU Gratis Buruh, Polres Bojonegoro Disorot
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mempertegas posisinya sebagai pionir green port di Indonesia.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.idPT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat langkah strategis menuju konsep green port dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi dalam proyek peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan, Rabu (22/4/2026).

Kerja sama ini tidak sekadar program penghijauan simbolik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua institusi sepakat mengintegrasikan pendekatan berbasis riset ilmiah untuk menekan dampak ekologis dari aktivitas logistik intensif di kawasan pesisir Teluk Lamong.

Pertemuan yang berlangsung di kantor pusat TTL mengarah pada penerapan konsep eco-engineering, yakni metode pengelolaan lingkungan berbasis kajian ilmiah terhadap karakteristik pesisir. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemilihan vegetasi yang adaptif sekaligus mampu menyerap emisi karbon secara optimal.

Sejumlah fokus utama dalam kolaborasi tersebut mencakup restorasi ekosistem mangrove, penanaman vegetasi penyerap polutan, hingga pengembangan sistem penghitungan karbon berbasis vegetasi. Selain itu, pemetaan kawasan konservasi prioritas dan penyusunan strategi jangka panjang juga menjadi bagian dari agenda kerja sama.

Sekretaris Perusahaan TTL, Syaiful Anam, menyatakan bahwa transformasi pelabuhan tidak bisa hanya berorientasi pada kinerja operasional semata. Ia menekankan pentingnya integrasi antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami mendorong pelabuhan masa depan yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga selaras dengan ekosistem. Sinergi ini diharapkan menghasilkan solusi berbasis riset yang aplikatif,” ujarnya.

Di sisi lain, TTL telah mengimplementasikan sejumlah teknologi untuk menekan emisi, termasuk Terminal Booking System (TBS) yang mengatur kedatangan truk logistik. Sistem ini diklaim mampu mengurangi antrean kendaraan dan menekan polusi karbon dari gas buang.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah tekanan global terkait perubahan iklim.

Tim peneliti Kebun Raya Purwodadi juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas greenhouse milik TTL yang difungsikan sebagai pusat pembibitan tanaman. Area ini menjadi sumber vegetasi yang disebar di kawasan pelabuhan, termasuk tanaman penyerap polutan.

Perwakilan peneliti, Titut Yulistyarini, menegaskan pentingnya basis data ilmiah dalam pengelolaan lingkungan industri. Ia menyebut pihaknya akan melakukan kajian komprehensif terkait jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi pesisir serta potensi serapan karbonnya.

“Kajian ini penting untuk memastikan efektivitas program dan dampaknya terhadap lingkungan,” katanya.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi uji nyata sejauh mana komitmen industri pelabuhan dalam menyeimbangkan ekspansi ekonomi dengan tanggung jawab ekologis di kawasan pesisir Surabaya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.