SURABAYA, Garudasatunews.id — Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2026 yang diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memunculkan sorotan atas efektivitas program CSR dalam mendorong kemandirian desa.
Penghargaan tingkat nasional yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal itu diberikan atas program Wisata Alam Gosari bertajuk “Wujudkan Desa Berdaya”. Penyerahan dilakukan oleh Ni Luh Puspa kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Jakarta.
Khofifah menyebut penghargaan ini sebagai hasil sinergi lintas sektor. Namun, di balik capaian tersebut, program CSR yang dijalankan di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menjadi fokus evaluasi publik terkait dampak jangka panjangnya.
Desa Wisata Alam Gosari diketahui menerima dukungan CSR dari PLN UID Jawa Timur sejak 2024. Bantuan meliputi infrastruktur wisata seperti lampu taman dan kereta sawah, hingga pengadaan lima ATV listrik, pembangunan fasilitas umum, serta pelatihan digital marketing dan penguatan UMKM pada 2025.
Pada 2026, program CSR kembali berlanjut dengan rencana pelatihan pembuatan tembikar. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengklaim intervensi tersebut mampu mendorong transformasi desa menjadi lebih produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, Khofifah menekankan pentingnya keberlanjutan program. Ia mengingatkan agar CSR tidak berhenti pada bantuan fisik semata, melainkan disertai monitoring dan penguatan kapasitas masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Tidak cukup hanya menyalurkan CSR, harus ada kesinambungan yang benar-benar membangun desa,” ujarnya.
Pemprov Jatim juga mendorong keterlibatan lebih luas dari sektor swasta, BUMN, dan BUMD dalam mengembangkan desa wisata. Menurutnya, masih banyak potensi desa yang belum tergarap optimal karena keterbatasan dukungan dan pendampingan.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut sinergi tersebut krusial untuk mewujudkan agenda nasional “Bangun Desa Bangun Indonesia”.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengaku telah meninjau langsung sejumlah desa wisata di Jawa Timur. Ia menilai dampak ekonomi dari pengembangan desa wisata cukup signifikan, namun tetap membutuhkan dukungan berkelanjutan dari sektor swasta.
“Potensinya besar, tapi harus terus diperkuat agar benar-benar memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Penghargaan ini menjadi indikator keberhasilan program desa berbasis CSR, sekaligus membuka ruang kritik terkait transparansi, efektivitas, dan kesinambungan program dalam mendorong kemandirian desa secara nyata. (Red-Garudasatunews)













