Stok Beras Mojokerto 72 Ribu Ton Dipastikan Aman

oleh -12 Dilihat
oleh
Stok Beras Mojokerto 72 Ribu Ton Dipastikan Aman
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin saat sidak di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id — Ketersediaan beras di wilayah Mojokerto dipastikan aman dengan stok mencapai sekitar 72.000 ton. Data dari Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto menunjukkan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan, meski pengawasan distribusi dan serapan tetap menjadi perhatian.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, mengungkapkan capaian stok tersebut tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga aparat TNI/Polri. Namun demikian, efektivitas distribusi dan akurasi data stok masih menjadi aspek yang perlu terus diuji di lapangan.

“Dengan jumlah mencapai 72 ribu ton, kami memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman dan stabil,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Di tingkat nasional, Perum Bulog mencatat stok beras mencapai sekitar 5 juta ton. Angka ini disebut sebagai indikator kuat cadangan pangan pemerintah, meski sejumlah pihak menilai perlu transparansi lebih rinci terkait kualitas stok dan kesiapan distribusinya di daerah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat meninjau gudang filial Bulog di Karawang bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyatakan cadangan beras melimpah berasal dari produksi dalam negeri. Ia menegaskan kondisi gudang yang penuh menjadi bukti swasembada pangan.

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, bahkan gudang swasta yang disewa juga dalam kondisi serupa,” katanya.

Namun, kepadatan gudang juga memunculkan tantangan tersendiri, terutama terkait manajemen penyimpanan, potensi penurunan kualitas, hingga efektivitas distribusi agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.

Bulog menyatakan telah menerapkan sistem penyimpanan terstandar dan distribusi terencana untuk menjaga kualitas beras serta stabilitas harga. Kendati demikian, pengawasan independen terhadap implementasi sistem tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

Melimpahnya stok di daerah seperti Mojokerto dan Jombang disebut sebagai hasil optimalisasi penyerapan gabah petani. Capaian ini memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional, namun tetap membutuhkan konsistensi kebijakan agar tidak hanya bergantung pada momentum panen.

Dengan stok nasional mencapai 5 juta ton dan dukungan cadangan daerah, ketahanan pangan Indonesia dinilai berada dalam kondisi kuat. Meski demikian, tantangan distribusi, kualitas, dan akurasi data stok menjadi faktor krusial yang harus terus diawasi untuk memastikan keberlanjutan kemandirian pangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.