Sokong Pelaku Usaha, Pemkab Pamekasan Salurkan Kredit Modal UMKM Rp 6 Miliar

oleh -35 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, bergerak cepat dalam mendorong penguatan ekonomi daerah. Hingga akhir Mei 2026, Pemkab tercatat telah menyalurkan pinjaman modal usaha bersubsidi senilai lebih dari Rp6 miliar kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

​Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM-Naker) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, mengonfirmasi bahwa realisasi tersebut berjalan sesuai target kuartal kedua tahun ini.

​”Data penyaluran pinjaman modal usaha ini sesuai dengan laporan resmi yang kami himpun sepanjang periode Januari hingga 31 Mei 2026,” ujar Achmad Sjaifudin di Pamekasan, Rabu.

 

​Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Pamekasan mengalokasikan total stimulus sebesar Rp9 miliar. Untuk mengoptimalkan penyaluran, pemerintah daerah menggandeng dua institusi perbankan pelat merah, yakni Bank Jatim dan Bank Tabungan Negara (BTN).

 

​Program ini menjadi daya tarik besar bagi pelaku usaha karena menawarkan skema bunga super rendah, yakni hanya 1 persen.

 

​Beberapa poin penting terkait regulasi dan latar belakang program ini antara lain:

– ​Hanya Biaya Administrasi: Besaran bunga 1 persen yang dibebankan kepada debitur sejatinya hanya dialokasikan untuk penutupan biaya administrasi perbankan.

– ​Kelanjutan Program WUB: Stimulus ini merupakan instrumen pendukung dari program Wirausaha Baru (WUB) yang telah dicanangkan Pemkab Pamekasan sejak tahun 2022.

– ​Komitmen Berkelanjutan: Program ini pertama kali diinisiasi pada masa kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam dengan plafon awal mencapai Rp15 miliar.

 

​Jembatan Solusi Permodalan Daerah

​Keputusan Pemkab Pamekasan untuk melanjutkan program ini di tahun anggaran 2026 didasari oleh dampak positif yang langsung dirasakan oleh akar rumput. Skema kredit murah ini terbukti efektif memotong jalur rentenir dan mengatasi kebuntuan modal yang kerap dihadapi pelaku usaha mikro.

 

​”Program ini kembali dilanjutkan tahun ini karena secara nyata mampu menjawab kesulitan modal yang dihadapi para pelaku UMKM di Pamekasan,” pungkas Achmad.

​Dengan sisa kuota anggaran sekitar Rp3 miliar dari total pagu Rp9 miliar, Diskop UKM-Naker optimis sisa dana stimulus dapat terserap secara merata dan tepat sasaran hingga akhir tahun.(frq)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.