Simulasi Tsunami Jatim Uji Kesiapan Megathrust

oleh -23 Dilihat
oleh
Simulasi Tsunami Jatim Uji Kesiapan Megathrust
BPBD Jatim menggelar simulasi evakuasi mandiri tsunami di wilayah pesisir Lumajang dan Trenggalek pada Minggu (26/4/2026). Foto: BPBD Jatim
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar simulasi evakuasi mandiri tsunami di dua wilayah pesisir rawan, yakni Lumajang dan Trenggalek, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret menguji kesiapan riil masyarakat menghadapi ancaman gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami di selatan Jawa Timur.

Simulasi dipusatkan di Pantai Bulu, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Lumajang, serta Pantai Ngadipuro, Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Trenggalek. Kegiatan melibatkan lintas sektor, mulai dari BPBD kabupaten, BMKG Malang, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), hingga program SIAP SIAGA. Kolaborasi ini sekaligus mengungkap sejauh mana koordinasi antar lembaga berjalan efektif saat kondisi darurat.

Sekretaris BPBD Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda, menyebut simulasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun respons cepat masyarakat. Ia menekankan bahwa ancaman gempa dan tsunami di wilayah selatan Jatim bukan skenario hipotetis, melainkan potensi nyata yang bisa terjadi tanpa peringatan dini yang cukup.

Sehari sebelum simulasi, warga telah menjalani pelatihan intensif yang menyasar berbagai kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya ketergantungan warga terhadap arahan petugas saat proses evakuasi berlangsung.

Kepala Stasiun BMKG Malang, Ricko Kardoso, menegaskan bahwa kawasan Tegalrejo berada di garis depan ancaman megathrust. Posisi geografis yang langsung menghadap zona subduksi menjadikan wilayah ini berisiko tinggi terdampak tsunami jika terjadi gempa besar di dasar laut.

Hasil simulasi mencatat waktu evakuasi warga menuju zona aman berkisar antara 13 hingga 18 menit. Meski masih dalam ambang batas aman, capaian ini mengindikasikan adanya celah dalam kecepatan respons yang berpotensi fatal jika terjadi keterlambatan beberapa menit saja.

Zona aman yang dituju berada di kaki Gunung Kursi atau disebut “blue zone”. Jalur evakuasi telah ditandai, namun efektivitasnya masih bergantung pada kedisiplinan warga dan kejelasan informasi saat situasi darurat.

Simulasi ini sekaligus membuka fakta bahwa kesiapsiagaan masyarakat pesisir masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi ancaman megathrust yang selama ini dinilai sebagai risiko laten di selatan Pulau Jawa. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.