Simulasi Bencana Inklusif Jombang Disorot Efektivitasnya

oleh -41 Dilihat
oleh
Simulasi Bencana Inklusif Jombang Disorot Efektivitasnya
Murid SLB se-Kabupaten Jombang saat menghadiri Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026, Minggu (26/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Jombang memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 dengan melibatkan murid sekolah luar biasa (SLB) sebagai peserta utama dalam simulasi kebencanaan. Kegiatan yang digelar Minggu (26/4/2026) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebon Ratu ini diklaim sebagai langkah inklusif dalam sistem penanggulangan bencana.

Simulasi tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kesiapsiagaan umum, tetapi juga menyasar kelompok penyandang disabilitas yang selama ini dinilai kerap terpinggirkan dalam skema mitigasi bencana. Pemkab Jombang menyebut, pelibatan siswa SLB telah dilakukan selama dua tahun terakhir dan diklaim sebagai terobosan.

Namun, efektivitas pelibatan tersebut dalam meningkatkan kapasitas riil penanggulangan bencana masih memerlukan evaluasi menyeluruh. Sejumlah aspek krusial seperti akses informasi, kesiapan infrastruktur evakuasi, hingga keberlanjutan pelatihan belum dipaparkan secara terukur kepada publik.

Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo, yang membacakan sambutan Bupati, menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus ditempatkan sebagai subjek aktif dalam penanggulangan bencana.

“Penyandang disabilitas bukan sekadar objek perlindungan, tetapi memiliki peran dalam sistem kebencanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menekankan pentingnya sistem kebencanaan yang ramah disabilitas, mulai dari penyediaan informasi yang mudah diakses hingga jalur evakuasi yang memenuhi standar aksesibilitas. Pernyataan tersebut menegaskan adanya kebutuhan pembenahan sistem yang lebih luas, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang, Purwanto, menyebut program ini sebagai langkah progresif. Meski demikian, belum ada indikator kinerja yang dipublikasikan untuk mengukur sejauh mana dampak pelibatan siswa SLB terhadap kesiapsiagaan bencana di tingkat daerah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa SLB juga menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari, fashion show, dan bernyanyi. Di satu sisi, hal ini membuka ruang ekspresi, namun di sisi lain memunculkan pertanyaan terkait fokus utama kegiatan antara edukasi kebencanaan dan agenda seremonial.

BPBD Kabupaten Jombang turut memberikan materi tanggap bencana dengan pendekatan ramah anak. Meski demikian, belum dijelaskan mekanisme tindak lanjut pascapelatihan untuk memastikan pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara efektif dalam situasi darurat.

Peringatan HKB 2026 di Jombang menunjukkan upaya mendorong inklusivitas dalam kebencanaan. Namun, transparansi data, evaluasi dampak, serta keberlanjutan program menjadi faktor kunci yang perlu dibuka ke publik guna memastikan program tidak berhenti pada tataran simbolik.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.