Motif Pembunuhan Surabaya Didalami, Dugaan Pelecehan Muncul

oleh -19 Dilihat
oleh
Motif Pembunuhan Surabaya Didalami, Dugaan Pelecehan Muncul
MJ saat ditemukan bersimbah darah. (Foto/ist)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kasus pembunuhan berdarah di Jalan Pragoto I, Simokerto, Surabaya Utara, Kamis (23/4/2026), mulai menguak dugaan motif serius di balik aksi kekerasan tersebut. Korban MJ alias Ajis, warga Jalan Sencaki, tewas dibacok oleh sahabatnya sendiri, AR, bersama tiga pelaku lain yang hingga kini masih buron.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pembacokan diduga dipicu emosi pelaku setelah menerima pengakuan dari adik perempuannya berinisial W. Korban disebut melakukan tindakan tidak senonoh saat W tertidur di Rusun Sombo Blok H pada dini hari.

Seorang warga sekitar berinisial M mengungkapkan, pengakuan tersebut menjadi pemicu utama kemarahan pelaku. “Adiknya ngaku sempat dilecehkan korban saat tidur, kejadiannya sekitar dini hari,” ujar M, Senin (27/4/2026).

Fakta di lapangan menunjukkan hubungan antara pelaku dan korban bukan orang asing. Keduanya diketahui berteman dekat dan kerap menghabiskan waktu bersama di lingkungan Rusun Sombo. Kedekatan ini justru memperkuat dugaan adanya konflik personal yang berujung pada aksi kekerasan fatal.

W, adik pelaku, membenarkan dugaan pelecehan tersebut. Ia mengaku kejadian berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB saat korban diduga menyelinap ke dalam rumah dan mencoba melakukan tindakan asusila.

“Untung saya langsung bangun. Saya lihat yang melakukan teman kakak saya, lalu saya usir dan lapor ke kakak,” ungkap W.

Pengakuan itu disebut langsung memicu reaksi emosional dari AR. Namun, setelah melapor, W mengaku tidak mengetahui langkah lanjutan yang diambil kakaknya hingga akhirnya terjadi pembunuhan.

Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat dengan menangkap pelaku utama AR di wilayah Sampang, Madura, sehari setelah kejadian. Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Simokerto bersama Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, membenarkan penangkapan tersebut. Namun, ia menegaskan pihaknya belum mengungkap secara resmi motif pembunuhan karena proses penyidikan masih berlangsung, termasuk pengejaran tiga pelaku lain.

“Satu pelaku inisial AR sudah kami tangkap di Madura. Untuk motif, kami masih dalami sambil memburu pelaku lain,” tegas Edy.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk jaket, topi, dan sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi korban. Senjata tajam tersebut disebut digunakan untuk menyerang bagian vital korban, yakni dada kanan dan kepala.

Hingga kini, aparat masih mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan serta peran masing-masing pelaku dalam peristiwa ini. Polisi juga membuka peluang pengembangan kasus, termasuk menguji kebenaran dugaan pelecehan yang disebut menjadi pemicu utama aksi pembunuhan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.