Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Penyaluran Bantuan

oleh -41 Dilihat
oleh
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Penyaluran Bantuan
Sekdaprov Jawa Timur mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pendataan tersebut dinilai menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan serta penyaluran program bantuan yang lebih tepat sasaran.

Ajakan itu disampaikan Adhy usai mengikuti pendataan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di kediamannya, Jalan Musi, Surabaya, Rabu (1/7/2026). Ia menegaskan kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kelengkapan dan akurasi data yang dihimpun selama pelaksanaan sensus.

“Semakin lengkap data yang diperoleh, semakin tepat pula kebijakan maupun bantuan pemerintah yang akan diberikan. Jangan sampai ada satu pun masyarakat yang terlewat,” ujar Adhy.

Menurutnya, data hasil sensus akan menjadi salah satu dasar penyusunan berbagai program pemerintah, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perencanaan pembangunan di berbagai sektor.

Adhy juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan informasi kepada petugas sensus. Ia menyatakan data pribadi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan seluruh petugas sensus telah dibekali standar operasional, termasuk prosedur menjaga kerahasiaan data masyarakat selama proses pendataan.

Ia menjelaskan mekanisme pendataan dirancang sederhana agar tidak mengganggu aktivitas warga. Menurutnya, satu anggota keluarga yang memahami kondisi seluruh penghuni rumah, seperti kepala keluarga, dapat mewakili pemberian informasi kepada petugas.

Herum menambahkan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan digunakan untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam kelompok desil satu hingga sepuluh. Pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menetapkan sasaran program perlindungan sosial dan berbagai bentuk bantuan agar lebih efektif serta tepat sasaran.

BPS berharap partisipasi aktif masyarakat selama pelaksanaan sensus dapat menghasilkan data yang akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Data tersebut diharapkan memperkuat perencanaan pembangunan serta mendukung penyusunan kebijakan publik yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.