Ruang Kelas SDN Konang 4 Bangkalan Ambruk

oleh -44 Dilihat
oleh
Ruang Kelas SDN Konang 4 Bangkalan Ambruuk
Ruang Kelas SDN Konang 4 Bangkalan Ambruuk
banner 468x60

BANGKALAN, Garudasatunews.id – Satu ruang kelas di SDN Konang 4, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, ambruk pada Kamis (30/7/2026) setelah bertahun-tahun dilaporkan mengalami kerusakan tanpa perbaikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena pihak sekolah telah lebih dahulu mengosongkan bangunan setelah melihat tanda-tanda kerusakan yang semakin membahayakan.

Ruang yang roboh merupakan ruang kelas 6 yang berada di bangunan lokal A. Keputusan mengosongkan ruangan diambil beberapa hari sebelum kejadian sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Guru SDN Konang 4, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa kondisi bangunan sekolah sudah lama berada dalam keadaan rusak dan dinilai tidak layak digunakan. Kerusakan disebut terus bertambah parah, namun hingga akhirnya bangunan ambruk belum pernah memperoleh perbaikan.

“Kondisi bangunan memang sudah lama rusak dan tidak layak digunakan. Kami dan wali murid sudah lama khawatir,” ujar Abdul Aziz, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, indikasi bangunan akan roboh mulai terlihat sejak Senin (27/7/2026). Atap bangunan dilaporkan bergeser, sementara sejumlah material mulai berjatuhan. Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah segera mengosongkan tiga ruang kelas di bangunan lokal A untuk mencegah risiko terhadap keselamatan.

“Atap sudah mulai bergerak dan ada bagian yang berjatuhan. Karena khawatir membahayakan siswa, kami langsung mengosongkan bangunan itu,” katanya.

Selain ruang kelas yang kini roboh, pihak sekolah juga mengungkapkan bahwa ruang guru di bangunan lokal B sebelumnya telah lebih dahulu ambruk. Akibatnya, ruang guru dipindahkan ke ruang kelas 6 dengan menggunakan sekat sebagai solusi sementara agar aktivitas administrasi sekolah tetap berjalan.

“Dulu kami punya ruang guru di bangunan lokal B, tetapi sudah roboh sejak lama. Akhirnya ruang guru menggunakan ruang kelas 6 yang disekat menjadi dua,” tutur Abdul Aziz.

Menjelang ambruknya bangunan, para guru berupaya menyelamatkan sejumlah aset sekolah, seperti bangku, meja, dan perangkat smartboard, agar tidak ikut rusak. Namun, sebagian perabot tidak dapat dievakuasi karena kondisinya yang berat dan menempel pada struktur bangunan yang sudah rapuh.

“Bahkan ada lemari yang menempel di dinding. Saat akan dipindahkan, dindingnya ikut bergerak sehingga kami tidak berani memindahkannya,” jelasnya.

Peristiwa ini turut memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan lain di lingkungan SDN Konang 4. Menurut pihak sekolah, bangunan lokal B memiliki tingkat kerusakan yang hampir serupa sehingga berpotensi mengalami kejadian yang sama apabila tidak segera dilakukan penanganan.

“Kami khawatir bangunan lokal B juga bisa ambruk karena kondisinya hampir sama,” ungkapnya.

Saat ini SDN Konang 4 memiliki 47 siswa. Untuk menjamin keberlangsungan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memindahkan lokasi pembelajaran ke tempat yang dinilai lebih aman sambil menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.

“KBM tetap berjalan. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan lokasi belajar yang aman bagi siswa,” pungkas Abdul Aziz.

Peristiwa ambruknya ruang kelas tersebut menjadi perhatian karena menyangkut aspek keselamatan lingkungan pendidikan. Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan terkait penanganan bangunan yang rusak serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di lokasi sementara.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.