Rem Blong Picu Maut, Empat Tewas Seketika

oleh -24 Dilihat
oleh
Rem Blong Picu Maut, Empat Tewas Seketika
Kecelakaan beruntung yang merenggut 4 nyawa di Probolinggo
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kecelakaan beruntun maut terjadi di ruas Jalan Raya Lumajang–Probolinggo, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Insiden ini menewaskan empat orang dalam satu kendaraan, termasuk seorang balita yang ditemukan meninggal dunia dalam pelukan ibunya di tengah puing kendaraan ringsek.

Peristiwa tragis itu menjadi sorotan setelah seluruh korban tewas dievakuasi dari sebuah sedan yang hancur parah akibat benturan beruntun. Balita bernama Giovano Malik Ibrahim (3) ditemukan tak bernyawa bersama ibunya, Devica Friskiara (29). Keduanya dievakuasi dalam satu kantong jenazah ke kamar mayat RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo.

Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan melibatkan enam kendaraan. Titik awal tabrakan diduga berasal dari truk trailer Nissan bernopol B-9625-UEJ yang dikemudikan Cecep Adi Sucipto (46), yang melaju dari arah selatan ke utara sebelum kehilangan kendali.

Indikasi awal mengarah pada kegagalan fungsi pengereman. Truk meluncur tanpa kendali dan menghantam sedan Toyota Limo yang dikemudikan Sutrisno (60). Di dalam kendaraan tersebut terdapat tiga penumpang lain yang seluruhnya merupakan satu keluarga. Benturan keras menyebabkan kendaraan ringsek dan seluruh penumpang terjebak di dalamnya.

Rangkaian tabrakan berlanjut saat truk menghantam pikap Daihatsu Granmax, kendaraan pikap lain, minibus Toyota Hi-Ace, hingga akhirnya berhenti setelah menabrak truk tractor head Hino di bagian depan. Total enam kendaraan terlibat dalam satu jalur, menimbulkan kerusakan berat dan kemacetan panjang.

Empat korban meninggal dunia seluruhnya berasal dari dalam sedan, yakni Sutrisno (60), T. Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovano (3). Mereka tewas di lokasi akibat benturan keras dan terjepit badan kendaraan.

Sementara itu, satu korban selamat, Muhammad Iswanto (33), pengemudi pikap Granmax, mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RSUD Wonolangan, Dringu.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama, terutama untuk mengeluarkan korban dari sedan yang hancur paling parah. Petugas harus menggunakan peralatan khusus untuk mengevakuasi tubuh korban yang terjepit di dalam kabin.

Penyelidikan kini difokuskan pada dugaan rem blong sebagai pemicu utama kecelakaan. Aparat kepolisian masih mendalami kemungkinan lain, termasuk aspek kelayakan kendaraan, perawatan armada, serta potensi kelalaian yang dapat berkontribusi terhadap insiden fatal ini. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.