Relawan Tambal Jalan Bondowoso, Pemerintah Dipertanyakan

oleh -114 Dilihat
oleh
Relawan Tambal Jalan Bondowoso, Pemerintah Dipertanyakan
Tambal sulam jalan aspal di Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso oleh Makelar Akhirat, Sabtu (14/3/2026) malam.
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Komunitas relawan “Makelar Akhirat” kembali melakukan aksi penambalan jalan berlubang di sejumlah titik di Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang memasuki putaran keempat ini digelar sejak Sabtu malam (14/3/2026) hingga Minggu dini hari (15/3/2026) dengan memanfaatkan dana donasi warga.

Perbaikan jalan dimulai dari ruas jalan di depan gerbang Makam Ki Ronggo di Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Dari lokasi tersebut, relawan bergerak ke Jalan Kartini yang berada di sekitar Pendopo Bupati Bondowoso.

Aksi berlanjut ke Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang hingga beberapa ruas jalan di Kecamatan Tamanan yang kini ramai dilalui kendaraan setelah Jembatan Sentong ambrol dan memaksa pengendara menggunakan jalur alternatif.

Founder komunitas Makelar Akhirat, Yusdeny Lanasakti, menyebut aksi tambal jalan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi ruas-ruas rusak.

Menurutnya, relawan dapat bergerak lebih cepat dibandingkan proses perbaikan melalui mekanisme birokrasi pemerintah yang membutuhkan perencanaan dan penganggaran.

“Kami harus membedakan peran pemerintah dan relawan. Pemerintah tentu melalui program dan perencanaan yang membutuhkan waktu. Sementara jalan berlubang ini setiap hari dilewati pengendara dan sudah ada yang menjadi korban,” ujar Yusdeny.

Ia menegaskan gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan tugas pemerintah daerah, melainkan membantu meminimalisir risiko kecelakaan akibat kondisi jalan rusak.

Selain menambal lubang jalan, kegiatan tersebut juga disebut sebagai upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Kami ingin membangun semangat warga untuk warga. Jalan ini digunakan bersama, sehingga kepedulian juga harus datang dari masyarakat,” katanya.

Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya telah diperbaiki oleh relawan di antaranya Jalan HOS Cokroaminoto di Kelurahan Kademangan, Jalan MT Haryono di Kelurahan Badean, kawasan Sekarputih, hingga Jalan Kartini di Kelurahan Blindungan.

Yusdeny menjelaskan penentuan titik perbaikan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, terutama dari unggahan di media sosial yang menunjukkan lokasi jalan berlubang yang kerap memicu kecelakaan.

“Kami memprioritaskan titik yang paling banyak dilaporkan warga atau netizen, terutama lokasi yang sering menyebabkan pengendara jatuh,” jelasnya.

Aksi tersebut juga memunculkan pro dan kontra di media sosial. Namun Yusdeny menegaskan kegiatan yang dilakukan komunitasnya tidak memiliki agenda politik.

Ia menyebut kegiatan tersebut murni berbasis kepedulian sosial dengan memanfaatkan dana donasi warga yang dihimpun secara sukarela.

“Kami tidak berpikir soal politik. Kegiatan ini murni kemanusiaan. Kalau ada yang menilai negatif itu di luar kendali kami,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tambal jalan akan terus dilakukan selama donasi masyarakat masih tersedia. Dana tersebut digunakan untuk membeli material aspal yang kemudian dipasang oleh para relawan.

Dalam satu kali kegiatan, relawan biasanya menggunakan sekitar 100 sak aspal dengan total biaya sekitar Rp9 juta. Jika jumlah material yang digunakan sekitar 50 sak, biaya yang dibutuhkan berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta.

Terkait kritik mengenai kualitas penambalan jalan yang dilakukan relawan, Yusdeny mengakui pada tahap awal sempat terjadi kerusakan akibat hujan deras. Namun teknik pengerjaan disebut telah diperbaiki.

“Awalnya memang sempat rusak karena hujan deras. Sekarang tekniknya sudah diperbaiki dan cuaca juga lebih mendukung sehingga hasilnya lebih kuat,” katanya.

Ia menjelaskan metode yang digunakan saat ini menggunakan aspal jenis coldmix yang lazim dipakai untuk penambalan jalan berskala kecil.

Menurutnya, penggunaan aspal hotmix dinilai tidak efisien untuk tambalan karena harus diproses dalam jumlah besar dan membutuhkan pembakaran material dalam satu tong penuh.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.