Petani Bojonegoro Andalkan Aplikasi Tebus Pupuk Subsidi

oleh -85 Dilihat
oleh
Petani Bojonegoro Andalkan Aplikasi Tebus Pupuk Subsidi
Pemilik Kios Pupuk UD Usaha Tani, Rifaun Naim.
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro dipastikan masih aman di tengah berlangsungnya musim tanam 2026. Namun, tingginya serapan pupuk subsidi di sejumlah wilayah mulai menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memastikan distribusi tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan di tingkat petani.

Salah satu kios resmi penyalur pupuk subsidi, UD Usaha Tani di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, mencatat total alokasi pupuk subsidi sepanjang Januari hingga Desember 2026 mencapai 325,3 ton untuk enam kelompok tani utama.

Dari jumlah tersebut, pupuk Urea N 46 persen mendominasi dengan alokasi 149,4 ton, disusul NPK Phonska 145,9 ton dan Organik Granul 30,5 ton. Tingginya angka penebusan pupuk subsidi di wilayah tersebut bahkan disebut telah melampaui target distribusi yang ditetapkan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Pemilik Kios UD Usaha Tani, Rifaun Naim, mengungkapkan realisasi distribusi pupuk hingga pertengahan Mei 2026 telah mencapai lebih dari 62 persen, melampaui target perusahaan yang berada di angka 60 persen.

“Distribusi pupuk sampai saat ini berjalan stabil dan aman. Kebutuhan petani masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Faun, Rabu (13/5/2026).

Data penyaluran menunjukkan pupuk NPK Phonska menjadi jenis dengan tingkat penebusan tertinggi mencapai 63 persen dari total alokasi. Sementara pupuk Urea terealisasi 62,9 persen dan Organik Granul sebesar 55,8 persen.

Di sisi lain, para petani mulai menggunakan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) untuk melakukan penebusan pupuk subsidi secara digital. Sistem tersebut dikembangkan Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia guna mempercepat proses distribusi sekaligus memperkuat transparansi penyaluran pupuk subsidi di lapangan.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, realisasi penyaluran pupuk subsidi hingga pertengahan Mei 2026 mencapai 55.257 ton atau sekitar 42,45 persen dari total alokasi tahunan sebesar 130.177 ton.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho, menyebut petani sejauh ini belum mengalami kendala dalam memperoleh pupuk subsidi. Menurutnya, stok pupuk di kios maupun gudang masih tersedia sesuai kebutuhan kelompok tani.

“Distribusi berjalan lancar dan stok pupuk masih aman. Data penyaluran juga sesuai antara alokasi, penebusan, dan sisa stok,” kata Ali.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, mengatakan penyaluran pupuk subsidi masih berjalan sesuai kebutuhan petani di lapangan dan diperkirakan terus meningkat seiring musim tanam berlangsung.

“Realisasi penyaluran pupuk subsidi hingga saat ini sudah mencapai 55.257 ton atau sekitar 42,45 persen dari total alokasi yang tersedia. Penyaluran ini akan terus bertambah seiring berlangsungnya musim tanam di sejumlah wilayah,” ujar Riza.

Rincian serapan pupuk subsidi menunjukkan pupuk Urea telah tersalurkan 26.863 ton dari total alokasi 63.213 ton atau 42,50 persen. Pupuk NPK terealisasi 22.230 ton dari alokasi 53.015 ton atau 41,93 persen.

Sedangkan pupuk Organik telah terserap 6.165 ton dari total alokasi 13.948 ton atau mencapai 44,20 persen. Untuk pupuk ZA, alokasi baru tersedia 1 ton dan belum terealisasi.

Meski serapan pupuk terus meningkat, DKPP Bojonegoro memastikan stok pupuk subsidi masih tersisa 74.920 ton. Jumlah itu terdiri dari Urea 36.350 ton, NPK 30.785 ton, Organik 7.783 ton dan ZA 1 ton.

DKPP bersama distributor dan kios resmi juga terus melakukan pengawasan distribusi pupuk subsidi guna mencegah hambatan penyaluran di tingkat petani serta memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.

“(Red-Garudasatunews)”

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.