Razia Sahur, Polisi Cegah Perang Sarung Remaja

oleh -182 Dilihat
oleh
Razia Sahur, Polisi Cegah Perang Sarung Remaja
Polisi saat melakukan razia di kawasan Alun-alun Ponorogo. (Foto/Istimewa)
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Aparat kepolisian menggelar razia dini hari di kawasan Alun-alun Ponorogo sebagai langkah pencegahan maraknya aksi perang sarung dan balap liar yang kerap muncul selama Ramadan, Minggu (1/3/2026). Operasi ini menyasar titik-titik yang selama ini menjadi lokasi berkumpulnya remaja menjelang sahur, salah satunya area Patung Macan.

Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Catur Juli Hermawan, menegaskan razia dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban yang berpotensi meningkat saat tradisi menunggu sahur.
“Antisipasi balap liar maupun perang sarung yang berada di wilayah Kecamatan Ponorogo,” ujarnya.

Fenomena perang sarung yang awalnya dianggap permainan tradisional, dalam beberapa tahun terakhir kerap berkembang menjadi aksi kekerasan antarkelompok remaja. Polisi menilai pembiaran aktivitas tersebut berisiko memicu bentrokan, merusak fasilitas umum, hingga mengganggu keamanan masyarakat.

Dalam penyisiran tersebut, petugas mengamankan tiga remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung. Dari pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan tiga sarung yang disimpan di dalam jok sepeda motor, sehingga memunculkan dugaan kuat akan digunakan sebagai alat tawuran.

“Kebetulan kami melaksanakan razia di alun-alun dan didapatkan tiga yang diduga akan melaksanakan perang sarung,” terang Kapolsek.

Meski aksi belum sempat terjadi, ketiganya tetap dibawa ke Mapolsek untuk didata dan diberikan pembinaan. Polisi juga memanggil orang tua masing-masing guna memastikan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas anak di malam hari.
“Ketika anak itu kita bawa ke Polsek untuk membuat surat pernyataan dan memanggil orang tuanya,” tegasnya.

Salah satu remaja yang diamankan, Arif Mustofa, membantah hendak terlibat perang sarung dan mengaku hanya berkumpul setelah salat tarawih sambil menunggu sahur. Namun keberadaan sarung yang disembunyikan di kendaraan tetap menjadi dasar pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah sepeda motor yang tidak memenuhi standar keselamatan, seperti tidak dilengkapi spion dan tanpa pelat nomor. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga kerap berkaitan dengan aktivitas balap liar.

Polisi menegaskan pendekatan persuasif masih dikedepankan, namun pengawasan akan terus ditingkatkan selama Ramadan untuk mencegah ruang publik berubah menjadi arena konflik remaja. Orang tua diminta aktif memantau keberadaan anak-anak mereka, terutama pada jam rawan menjelang sahur. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.