TUBAN, Garudasatuunews.id – Maraknya pencurian sapi menjelang Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Tuban kembali terjadi dan menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengamanan di tingkat wilayah. Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya tiga warga dilaporkan menjadi korban di dua lokasi berbeda.
Kasus pencurian terjadi di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu. Aparat kepolisian setempat mengakui peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan, tanpa rincian lebih lanjut terkait pelaku maupun pola kejahatan yang digunakan.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memasang kamera pengawas atau CCTV di area kandang. Imbauan ini muncul di tengah tren tahunan pencurian ternak yang terus berulang setiap menjelang Idul Adha.
Meski demikian, langkah preventif yang lebih komprehensif dari aparat penegak hukum dinilai belum terlihat signifikan. Ketergantungan pada upaya mandiri masyarakat, seperti pemasangan CCTV dan penerangan, memunculkan kritik terhadap sistem patroli dan pengawasan yang seharusnya diperkuat.
Pihak kepolisian menyebut telah mengintensifkan peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Namun, efektivitas langkah tersebut kembali dipertanyakan mengingat kasus serupa terus terjadi dari tahun ke tahun tanpa penurunan yang berarti.
Selain kerugian ekonomi bagi peternak, pencurian sapi menjelang Idul Adha juga berpotensi mengganggu stabilitas pasokan hewan kurban di tingkat lokal. Kondisi ini menuntut adanya langkah strategis yang lebih konkret, termasuk pengungkapan jaringan pelaku dan peningkatan pengamanan berbasis wilayah.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman kasus. Publik menanti transparansi perkembangan penyelidikan serta langkah nyata untuk memutus rantai kejahatan yang terindikasi berulang setiap tahun.
(Red-Garudasatuunews)













