Ramadan LDII Dorong Moderasi, Program 5 Sukses Disorot

oleh -47 Dilihat
oleh
Ramadan LDII Dorong Moderasi, Program 5 Sukses Disorot
Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan kepedulian sosial, termasuk melalui kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Wali Barokah.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk memperkuat moderasi beragama melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk santunan anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Wali Barokah.

Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, menyatakan rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini berjalan serentak hingga tingkat akar rumput. Ia menilai hal tersebut menunjukkan konsolidasi organisasi yang solid dalam mengintegrasikan ibadah personal dengan aktivitas sosial di masyarakat.

“Pelaksanaan Ramadan berjalan dari pusat hingga tingkat kelurahan. Ini menunjukkan keseimbangan antara ibadah dan kontribusi sosial dapat dijaga,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

LDII mengusung program “5 Sukses Ramadan” yang meliputi puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, meraih Lailatul Qadar, serta zakat fitrah. Program ini diklaim tidak hanya memperkuat aspek religius, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kepedulian sosial di kalangan anggotanya.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama. Pemuda LDII disebut berperan aktif dalam pengelolaan masjid hingga distribusi bantuan sosial, menjadikan mereka ujung tombak pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Di tingkat lokal, Ponpes Wali Barokah Kediri turut menggelar santunan anak yatim sebagai agenda rutin Ramadan. Ketua Ponpes, Sunarto, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kesalehan individu dan sosial dalam kehidupan beragama.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menekankan perlunya kolaborasi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan seperti tarawih keliling bersama Forkopimda hingga pembagian takjil gratis disebut sebagai bentuk konkret penguatan ukhuwah dan moderasi beragama.

Meski demikian, efektivitas program dalam membangun moderasi beragama secara luas masih memerlukan pengukuran yang lebih terstruktur, terutama dalam memastikan dampaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.