Puting Beliung Terjang Kepung Kediri, 68 Warga Terdampak

oleh -20 Dilihat
oleh
Puting Beliung Terjang Kepung Kediri, 68 Warga Terdampak
Puting Beliung Terjang Kepung Kediri, 68 Warga Terdampak
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/11/2026) sore. Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya 68 warga terdampak dan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Petugas gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat, pendataan korban, serta mengidentifikasi kerugian material akibat kejadian tersebut.

Penanganan bencana dilakukan oleh Satgas Tanggap Bencana Kabupaten Kediri yang melibatkan unsur Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan, serta elemen masyarakat lainnya.

Kapolres Kediri AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dan melakukan pengecekan setelah menerima laporan mengenai terjangan angin puting beliung di wilayah Kecamatan Kepung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, sekitar 68 warga diketahui terdampak. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses asesmen belum sepenuhnya selesai.

“Kita mendengar informasi adanya bencana angin puting beliung yang menimpa di Desa Kepung, Kecamatan Kepung. Kemudian Satgas ini melakukan asesmen dan memang setelah dicek ada sekitar 68 warga yang terdampak,” ungkap Wahyudin Latif.

Penanganan Darurat dan Pendataan Kerusakan

Dalam penanganan awal, petugas gabungan memprioritaskan evakuasi pohon-pohon tumbang yang berpotensi mengganggu akses jalan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Personel di lapangan juga membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan mengurangi risiko dampak lanjutan.

Di sisi lain, pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan masih berlangsung. Tim gabungan berupaya memastikan jumlah keseluruhan masyarakat terdampak sekaligus menghitung besaran kerugian material.

Wahyudin menjelaskan, proses asesmen dilakukan bersama unsur terkait, terutama BPBD, Tagana, Polres Kediri, dan Kodim. Pendataan lanjutan diperlukan agar kondisi warga yang membutuhkan bantuan dapat teridentifikasi secara menyeluruh.

“Kami juga masih bekerja sama dengan seluruh Satgas tanggap bencana yang lainnya, utamanya dari Tagana, BPBD, baik Polres maupun Kodim. Ini masih melakukan asesmen di warga-warga yang lainnya, apakah ada yang terdampak, terkait kerugian material berapa masih kita hitung,” jelasnya.

Bantuan Disiapkan, Pemulihan Menunggu Hasil Asesmen

Pemerintah Kabupaten Kediri bersama unsur terkait berencana melanjutkan penanganan terhadap warga terdampak secara bertahap. Bantuan dari pemerintah daerah, kepolisian, dan elemen masyarakat lainnya disiapkan sesuai kebutuhan di lokasi bencana.

Kapolres Kediri menyebutkan, dukungan lanjutan akan dikoordinasikan agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Besok mungkin akan dilanjutkan dengan perbantuan dari baik Pemkab maupun elemen yang lainnya, termasuk mungkin dari Polres kita akan memberikan bantuan nanti akan disalurkan secara bertahap,” imbuhnya.

Peristiwa di Desa Kepung tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya kecepatan pendataan dan ketepatan penyaluran bantuan pascabencana. Sebab, jumlah warga terdampak dan besaran kerugian material menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya.

Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga sekaligus memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari pendataan maupun bantuan.

Hingga proses asesmen selesai, data 68 warga terdampak masih menjadi angka sementara yang perlu diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan di lapangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.