Polres dan BPBD Madiun Petakan Titik Rawan Bencana

oleh -5 Dilihat
oleh
Polres dan BPBD Madiun Petakan Titik Rawan Bencana
Polres dan BPBD Madiun Petakan Titik Rawan Bencana
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan. Langkah antisipasi dilakukan melalui pemetaan kawasan rawan banjir, kesiapan personel gabungan, serta pemeriksaan peralatan evakuasi untuk menghadapi kemungkinan banjir dan angin kencang.

Dua kawasan yang menjadi perhatian dalam pemetaan kerawanan banjir berada di Tawangan, Kelurahan Tawangrejo, serta Jeplung, Kelurahan Kelun. Kedua wilayah tersebut dipetakan sebagai titik yang berpotensi terdampak luapan air ketika intensitas hujan meningkat.

Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto mengatakan, pemetaan tersebut merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

Polres Madiun Kota menggandeng BPBD, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk memastikan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara terpadu.

“Kami melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir, di antaranya Tawangan dan Jeplung, Kelurahan Kelun,” demikian penjelasan Kapolres sebagaimana diberitakan dalam laporan terkait kesiapsiagaan bencana, Rabu (4/11/2026).

Selain menyiagakan personel, kepolisian juga memastikan ketersediaan perlengkapan penanganan bencana. Sejumlah peralatan yang disiapkan meliputi pompa penyedot air, perahu karet, genset, jas hujan, hingga lampu pengaturan lalu lintas portabel.

Peralatan tersebut memiliki fungsi strategis, mulai dari mengurangi genangan, membantu evakuasi warga, menyediakan sumber listrik cadangan, hingga menjaga kelancaran arus lalu lintas ketika terjadi keadaan darurat.

Ancaman Pohon Tumbang dan Cuaca Ekstrem
Di sisi lain, ancaman bencana tidak hanya berkaitan dengan banjir. Hujan deras yang disertai angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan mengganggu keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, kejadian pohon tumbang dilaporkan di kawasan Pilangbango dan Kanigoro pada Kamis (29/10/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan terganggu, bahkan terdapat pohon yang mengenai jaringan listrik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso menjelaskan bahwa penanganan pohon tumbang membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk PLN apabila batang atau dahan pohon mengenai jaringan listrik.

Langkah tersebut diperlukan agar proses evakuasi dan pembersihan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi petugas maupun masyarakat.

Kesiapsiagaan Harus Terukur
Pemetaan titik rawan dan kesiapan peralatan merupakan langkah penting dalam mitigasi bencana. Namun, efektivitas penanganan juga ditentukan oleh kecepatan informasi, kesiapan personel, serta ketepatan koordinasi ketika bencana benar-benar terjadi.

Karena itu, masyarakat di kawasan rawan banjir dan lingkungan yang memiliki pepohonan besar perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang.

Sinergi Polres, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkecil risiko korban jiwa maupun kerugian material. Kesiapsiagaan bukan sekadar menyiapkan peralatan ketika bencana datang, melainkan memastikan sistem peringatan, respons darurat, dan perlindungan warga berjalan efektif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.