TUBAN, Garudasatunews.id – Sebanyak 85 warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, mengikuti pelatihan digital marketing dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang digelar PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Program yang diklaim sebagai upaya pemberdayaan ekonomi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas dan keberlanjutan dampaknya di wilayah Ring 1 perusahaan.
Area Manager CSR & Comrel TPPI, Tinoto Hadi Sucipto, menyebut pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan usaha produktif berbasis perikanan sederhana. Program ini juga dikaitkan dengan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta dukungan terhadap kemandirian pangan.
Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai indikator keberhasilan maupun evaluasi program serupa sebelumnya. Minimnya transparansi ini menimbulkan keraguan apakah pelatihan benar-benar mampu mendorong perubahan ekonomi jangka panjang atau sekadar bersifat seremonial.
Peserta disebut mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman usaha, namun belum ada jaminan pendampingan lanjutan setelah pelatihan selesai. Tanpa dukungan berkelanjutan, implementasi ilmu digital marketing maupun budidaya ikan berpotensi tidak optimal di lapangan.
Pihak perusahaan berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pendapatan dan daya saing masyarakat. Meski demikian, tantangan nyata seperti akses pasar, modal usaha, serta stabilitas harga hasil budidaya belum diungkap sebagai bagian dari solusi program.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Mukaffi Makki, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah penguatan UMKM di wilayah Ring 1. Ia menilai pelatihan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih produktif dan adaptif terhadap perkembangan digital.
Meski mendapat apresiasi, sejumlah pihak menilai program CSR seperti ini perlu disertai pengawasan dan evaluasi terukur agar tidak berhenti pada pelatihan semata. Tanpa strategi berkelanjutan, target kemandirian ekonomi masyarakat berisiko tidak tercapai secara nyata.
(Red-Garudasatunews)















