Pria Misterius Tewas Ditabrak KA Supaspro

oleh -34 Dilihat
oleh
Pria Misterius Tewas Ditabrak KA Supaspro
Petugas mengevakuasi seorang pria yang tewas tertemper kereta api di Probolinggo, Sabtu (9/5/2026)
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatuunews.id – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga tertabrak Kereta Api PLB 460B CL Supaspro relasi Probolinggo–Surabaya di jalur rel wilayah Bayeman, Kabupaten Probolinggo, Jumat (8/5/2026) malam. Hingga kini, identitas korban belum diketahui, sementara aparat masih menyelidiki penyebab pasti keberadaan korban di lintasan aktif tersebut.

Korban baru ditemukan keesokan harinya, Sabtu (9/5/2026), setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang KM 93+800 hingga KM 94+300, petak jalur antara Stasiun Probolinggo dan Stasiun Bayeman. Kondisi jasad korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan luka berat akibat benturan keras.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat korban berada di atas atau sangat dekat dengan rel ketika kereta melaju dari arah timur. Masinis dilaporkan telah berulang kali membunyikan semboyan 35 sebagai peringatan, namun korban tidak segera menjauh dari lintasan.

Dengan jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Tubuh korban terpental setelah tersambar rangkaian kereta yang melaju dalam kecepatan tinggi, menimbulkan dugaan kuat bahwa korban berada dalam posisi yang sangat berbahaya saat kejadian berlangsung.

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut laporan awal diterima dari masinis sekitar pukul 21.30 WIB pada malam kejadian.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait identitas korban maupun motif keberadaannya di jalur rel, apakah murni kelalaian, kecelakaan, atau terdapat indikasi lain yang masih dalam pendalaman aparat.

Pasca kejadian, petugas Polsuska Daop 9 Jember bersama sekuriti Stasiun Bayeman langsung mengamankan lokasi. Aparat dari Polsek dan Koramil Sumberasih turut dilibatkan dalam proses pencarian serta evakuasi korban dari lokasi kejadian.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan di sejumlah titik jalur rel yang masih kerap diakses masyarakat. Padahal, jalur kereta api merupakan area terbatas yang seharusnya steril dari aktivitas publik.

PT KAI kembali mengingatkan bahwa kereta api tidak memiliki kemampuan berhenti mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh karena itu, setiap aktivitas di sekitar rel dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

(Red-Garudasatuunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.