Polisi Tangkap Pembacok Pelajar Saat HUT Persebaya

oleh -18 Dilihat
oleh
Polisi Tangkap Pembacok Pelajar Saat HUT Persebaya
Pelaku MN usai diamankan pihak kepolisian. (Foto/ist)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan seorang pria berinisial MN (21), terduga pelaku pembacokan terhadap pelajar berinisial GA (16) yang terjadi saat perayaan malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya di kawasan Jalan Sumatera, Surabaya, Kamis (18/6/2026) dini hari.

Penangkapan dilakukan setelah penyidik menelusuri keberadaan pelaku yang diketahui berada di wilayah Kedundung, Kabupaten Sampang. Menurut keterangan kepolisian, MN akhirnya diserahkan oleh pihak keluarga untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui mengikuti konvoi bersama sejumlah rekannya dari kawasan Kedung Sroko, Tambaksari. Sebelum bergerak menuju pusat Kota Surabaya, kelompok tersebut disebut mengonsumsi minuman keras.

Dalam keterangannya kepada penyidik, MN mengaku terlibat gesekan dengan kelompok lain yang juga melakukan konvoi saat tiba di Jalan Sumatera. Situasi yang memanas kemudian berkembang menjadi keributan antarkelompok.

Polisi mengungkapkan bahwa korban GA berada di lokasi kejadian dan diduga berupaya melerai pertikaian yang terjadi. Namun dalam insiden tersebut, korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh pelaku.

MN mengakui melakukan dua kali ayunan senjata tajam ke arah korban. Setelah melihat korban mengalami luka serius, pelaku mengaku meninggalkan lokasi kejadian.

Penyidik juga mendalami pengakuan pelaku terkait kepemilikan senjata tajam yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, celurit yang digunakan diketahui dibawa dari rumah sebelum pelaku mengikuti konvoi.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, setelah identitas pelaku terungkap dan beredar luas di media sosial, MN sempat meninggalkan Surabaya menuju Kabupaten Sampang.

“Karena takut usai viral itu pelaku kabur ke Sampang. Lalu pihak keluarga menyerahkan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Edy.

Dalam proses penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman video kejadian, pakaian dan helm yang diduga digunakan pelaku saat berada di lokasi, serta sebilah celurit yang diduga menjadi alat dalam tindak pidana tersebut.

Peristiwa ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah GA, seorang pelajar kelas XI SMA di Surabaya, meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya saat perayaan malam puncak HUT Persebaya ke-99.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat menghadiri perayaan bersama saudaranya menuju kawasan Gelora 10 November Tambaksari. Saat terjadi keributan di Jalan Sumatera, korban disebut berupaya membantu dan melerai aksi pengeroyokan yang terjadi di lokasi.

Kakak korban, Sonya Cantika, menegaskan bahwa adiknya tidak terlibat dalam keributan tersebut. Menurutnya, korban justru berusaha menghentikan konflik yang terjadi sebelum akhirnya menjadi sasaran serangan.

“Adik saya mau melerai, bukan ikut membuat keributan. Namun justru menjadi korban,” kata Sonya.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Universitas Surabaya (Ubaya). Namun setelah menjalani penanganan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian dan proses visum dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Selain GA, satu korban lain berinisial B juga dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan. Polisi mendalami kronologi lengkap kejadian, keterlibatan pihak lain, serta kemungkinan adanya unsur pidana tambahan dalam insiden yang berujung pada meninggalnya seorang pelajar tersebut.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.