Polisi Siapkan Ekshumasi Korban Tewas di Kos Jogoroto

oleh -48 Dilihat
oleh
Polisi Siapkan Ekshumasi Korban Tewas di Kos Jogoroto
Polisi memasang 'police line' di makam korban Dusun Pajaran Desa/Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Minggu (14/6/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Penyelidikan kasus kematian seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah kos di wilayah Jogoroto, Kabupaten Jombang, memasuki babak baru. Kepolisian bersiap melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban guna mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan.

Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan sejumlah indikasi yang dinilai perlu didalami melalui pemeriksaan forensik terhadap jenazah korban. Proses ekshumasi diproyeksikan menjadi bagian penting dalam upaya mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat penyidikan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan aparat dari Polres Jombang bersama warga berada di area pemakaman Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Kawasan makam dijaga ketat selama persiapan pelaksanaan ekshumasi.

Makam korban berinisial CH alias Khoiriyah (46), yang dikenal dengan nama panggilan Puji, telah dipasangi garis polisi. Sejumlah warga terlihat membantu membersihkan area sekitar makam serta mendirikan tenda guna mendukung pelaksanaan pemeriksaan forensik.

Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi Santoso mengatakan korban merupakan warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Sementara itu, lokasi tempat korban ditemukan meninggal dunia berada di sebuah rumah kos di wilayah Jogoroto.

Menurut Solihin, pembongkaran makam dilakukan untuk melengkapi kebutuhan penyidikan atas dugaan penganiayaan yang kini tengah didalami penyidik.

“Ini untuk melengkapi penyidikan dugaan penganiayaan. Karena saat meninggal di Jogoroto, korban dikatakan terjatuh dari kamar mandi,” ujar AKP Solihin Budi Santoso saat ditemui di lokasi pemakaman, Minggu (14/6/2026).

Pihak kepolisian menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu diverifikasi secara ilmiah guna memastikan apakah kematian korban murni akibat kecelakaan atau terdapat faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Karena kematiannya mencurigakan, kita wajib menelusurinya. Dalam ekshumasi ini kita libatkan RS Bhayangkara Kediri,” lanjutnya.

Keterlibatan tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi jenazah serta membantu penyidik mengungkap fakta-fakta yang belum terungkap dalam perkara tersebut.

Hingga berita ini ditulis, proses penyidikan masih berlangsung. Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan terkait penyebab kematian korban dan menegaskan seluruh dugaan yang berkembang akan dibuktikan melalui hasil penyelidikan serta pemeriksaan forensik secara menyeluruh.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.