Peternak Blitar Kirim 8,8 Ton Telur untuk Korban Gempa NTT

oleh -54 Dilihat
oleh
Peternak Blitar Kirim 8,8 Ton Telur untuk Korban Gempa NTT
Bantuan telur dari peternak telur Blitar ke NTT.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Sebanyak 14 koperasi peternak ayam petelur di Blitar Raya menggalang bantuan kemanusiaan berupa telur dengan total sekitar 8,8 ton untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan pada Selasa (25/8/2026) sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi penyintas bencana.

Ketua Koperasi BPKB sekaligus Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKT NT, Eti Marlina, mengatakan bantuan dihimpun secara bersama-sama oleh koperasi peternak. Telur dipilih karena dinilai dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat terdampak, termasuk anak-anak selama masa pemulihan.

“Meski peternak saat ini juga mengalami kesulitan, jiwa sosial kami terpanggil,” kata Eti. Ia menyebut aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian peternak Blitar Raya terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

Namun, di balik aksi solidaritas tersebut terdapat persoalan ekonomi yang masih membayangi peternak. Penggalangan bantuan dilakukan ketika harga telur di tingkat peternak mulai bergerak naik, tetapi belum sepenuhnya mencapai harga acuan yang diharapkan pelaku usaha. Harga telur di tingkat peternak dilaporkan berada di kisaran Rp21.000-Rp21.500 per kilogram setelah sebelumnya berada di bawah Rp20.000 per kilogram.

Kondisi itu memperlihatkan paradoks di sektor peternakan Blitar. Di satu sisi, peternak masih menghadapi tekanan harga dan membutuhkan pasar yang mampu menyerap produksi. Di sisi lain, mereka tetap menyisihkan hasil usaha untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Data bantuan yang diberangkatkan dari Kabupaten Blitar menunjukkan skala dukungan yang lebih luas. Selain 8.778 kilogram telur, bantuan juga mencakup sekitar 356,5 kilogram sambal pecel, 627 dus susu, 2 ton gula, 2.650 kilogram beras, dan 10 dus mi instan. Nilai keseluruhan bantuan diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

Bantuan tersebut selanjutnya dibawa menuju Surabaya untuk dihimpun di BPBD Provinsi Jawa Timur sebelum dikirim ke Flores, NTT. Pemerintah Kabupaten Blitar berharap distribusi dilakukan secepatnya, terutama untuk telur yang membutuhkan penanganan dan distribusi tepat waktu agar dapat segera dikonsumsi penyintas.

Bagi peternak, bantuan tersebut bukan sekadar aksi sosial. Di tengah persoalan harga dan kebutuhan memperluas pasar telur, solidaritas itu sekaligus menunjukkan bahwa sentra peternakan Blitar memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan respons kemanusiaan lintas daerah.

Pemerintah dan pemangku kepentingan kini dituntut memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak agar aksi kemanusiaan serupa tidak berujung pada semakin beratnya beban ekonomi produsen pangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.