
SUMENEP, Garudasatunews.id — Pembangunan Jembatan Galuguran di Dusun Galuguran, Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, memasuki babak baru. Guna memperkuat struktur utama bangunan, personel TNI bersama para pekerja mulai memasang besi Wide Flange (WF), Senin (7/9/2026).
Proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026 yang dimotori oleh Koramil 0827/11 Pasongsongan di bawah naungan Kodim 0827/Sumenep.
Proses pemasangan dan penyambungan konstruksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini melibatkan tujuh tukang las profesional. Di lapangan, pengawasan dan pendampingan ketat dilakukan langsung oleh Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan, Sertu Dadang Sulistyo, bersama jajaran personel Koramil.
Sertu Dadang Sulistyo menegaskan bahwa tahap pengelasan besi WF merupakan krusial karena berperan sebagai penopang utama daya tahan jembatan.
“Besi WF dipasang secara bertahap. Kami memastikan presisi posisi dan kekuatan sambungannya secara cermat sebelum beralih ke tahap berikutnya,” ujar Sertu Dadang di lokasi pekerjaan.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif personel TNI dalam pendampingan ini bertujuan menjamin standar keamanan dan kualitas infrastruktur agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan kami, jembatan ini nantinya bisa mempermudah konektivitas warga. Karena itu, aspek keamanan dan kekuatan struktur menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Hingga saat ini, para pekerja terus merampungkan penyambungan material besi sesuai target teknis. Kehadiran Jembatan Galuguran diharapkan mampu memperlancar mobilitas ekonomi dan sosial warga setempat melalui jalur penghubung yang lebih aman, kokoh, dan nyaman. (Red-Garudasatunews)













