MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan senilai total Rp349 juta berupa gabah kering giling serta 160 unit alat pembuat mi dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/10/2026), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Penyaluran bantuan itu menyasar kelompok tani dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong diversifikasi pangan serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Selain bantuan bahan pangan dan peralatan produksi, pemerintah juga menyerahkan sertifikat izin edar pangan segar asal tumbuhan produk dalam negeri kepada pelaku usaha.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, bantuan gabah kering giling senilai Rp349 juta dialokasikan kepada tiga kelompok tani. Gapoktan Tani Makmur di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, menerima bantuan senilai Rp100 juta. Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, memperoleh Rp50 juta, sedangkan Kelompok Tani Podo Rukun di Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, menerima Rp199 juta.
Sementara itu, sebanyak 160 unit alat pembuat mi diberikan kepada masyarakat Kecamatan Pacet. Adapun sertifikat izin edar pangan segar asal tumbuhan produk dalam negeri diserahkan kepada PT Sari Tani Indonesia Group dan UD Raih Berkah untuk mendukung kegiatan usaha pangan.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan bahwa ketersediaan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, potensi pangan daerah perlu dikembangkan melalui inovasi dan pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari, seperti cabai, bawang, dan tomat. Gerakan tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung pengendalian inflasi apabila dilakukan secara luas dan berkelanjutan.
Selain itu, pengembangan produk pangan lokal perlu memperhatikan kandungan gizi serta kualitas produk agar peningkatan nilai ekonomi tidak mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan pangan.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto, Mokhamad Riduwan, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perangkat daerah, kelompok tani, Tim Penggerak PKK, dan masyarakat.
Pemkab Mojokerto juga mendorong program Rumah Pangan dan Teras Pangan, pelatihan pengolahan pangan lokal, serta bantuan peralatan produksi untuk membuka peluang usaha baru dan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampak dan Pengawasan Penyaluran
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian, pengembangan usaha masyarakat, dan kemandirian pangan daerah.
Transparansi pelaksanaan program, ketepatan penerima, serta pemanfaatan bantuan menjadi aspek penting untuk memastikan anggaran dan fasilitas yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat. Evaluasi berkala terhadap penggunaan peralatan pembuat mi dan pengelolaan bantuan gabah juga dapat membantu mengukur efektivitas program dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap optimalisasi potensi pangan lokal dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya usaha pengolahan pangan. Bupati juga berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
(Red-Garudasatunews)














