Disdikbud Pamekasan Latih 14 Pengelola Museum Mandhilaras

oleh -25 Dilihat
oleh
Disdikbud Pamekasan Latih 14 Pengelola Museum Mandhilaras
Suasana Diklat Konservasi Koleksi Museum Mandhilaras yang digagas Disdikbud Pamekasan, Sabtu (17/10/2026).
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) konservasi koleksi Museum Umum Daerah Mandhilaras pada 17–18 Oktober 2026. Sebanyak 14 peserta yang terdiri dari pengelola museum dan staf Bidang Kebudayaan mengikuti kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan merawat serta melestarikan benda-benda bersejarah.

Kegiatan yang dibuka Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, itu menghadirkan narasumber dari Museum Mpu Tantular, Jawa Timur. Pelatihan difokuskan pada pemahaman teknik konservasi dan prosedur perawatan koleksi agar nilai sejarah, budaya, serta edukasinya tetap terjaga.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Pamekasan, Hairul Saleh, menyampaikan bahwa konservasi merupakan bagian penting dalam pengelolaan museum. Menurutnya, perawatan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat faktor lingkungan, usia material, maupun penanganan yang tidak sesuai prosedur.

“Konservasi ini merupakan bagian penting dalam pengelolaan museum. Perawatan yang dilakukan secara tepat diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan koleksi akibat faktor lingkungan, usia material, maupun penanganan yang tidak sesuai dengan prosedur,” kata Hairul Saleh.

Penguatan Kompetensi Pengelola Museum

Diklat tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola dalam merawat koleksi secara tepat. Kemampuan teknis menjadi faktor penting agar benda-benda bersejarah tidak hanya tersimpan, tetapi juga tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat.

Hairul menegaskan, museum memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat penyimpanan artefak. Museum juga menjadi sarana edukasi dan sumber pengetahuan yang membantu masyarakat memahami perjalanan sejarah serta kebudayaan daerah.

“Selain meningkatkan kemampuan teknis, diklat ini juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pelestarian kebudayaan lokal. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan sumber pengetahuan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelestarian Warisan Budaya Membutuhkan Perawatan Berkelanjutan

Upaya meningkatkan kompetensi pengelola menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya Pamekasan. Perawatan koleksi secara berkelanjutan diperlukan agar benda bersejarah tetap memiliki nilai dokumentasi, edukasi, dan budaya bagi generasi berikutnya.

Disdikbud Pamekasan berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat mendukung pengelolaan Museum Mandhilaras secara lebih optimal. Penerapan pengetahuan konservasi juga diharapkan membantu mencegah kerusakan koleksi sekaligus memperkuat peran museum sebagai ruang pembelajaran sejarah lokal.

Melalui pelatihan ini, kesadaran mengenai pentingnya konservasi diharapkan semakin meningkat. Keberhasilan pelestarian tidak hanya bergantung pada penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga pada ketepatan prosedur perawatan, kompetensi petugas, dan konsistensi pengelolaan.

Dengan demikian, koleksi Museum Mandhilaras diharapkan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas sejarah serta kebudayaan Kabupaten Pamekasan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.