Pendakian Semeru Ditutup Total, Calon Pendaki Kecewa

oleh -43 Dilihat
oleh
Pendakian Semeru Ditutup Total, Calon Pendaki Kecewa
Gerbang pendakian Gunung Semeru via Ranu Pani, Lumajang.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id — Rencana ratusan calon pendaki untuk menikmati jalur Gunung Semeru harus tertunda setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup total jalur pendakian mulai Rabu (26/8/2026). Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang yang berada di sekitar jalur pendakian.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026. Penutupan berlaku sejak surat diterbitkan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Artinya, calon pendaki belum memiliki kepastian kapan jalur menuju Gunung Semeru kembali dibuka.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kebijakan itu diambil bukan semata untuk menghentikan aktivitas pendakian, melainkan memberikan ruang bagi petugas untuk mengendalikan dan memadamkan kebakaran serta mengevakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan.

“Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan, dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pengunjung,” kata Rudijanta dalam keterangan resminya.

Penutupan mendadak itu berdampak langsung terhadap calon pendaki yang telah mempersiapkan perjalanan dan membeli tiket secara daring. BB TNBTS menyatakan pengunjung yang terdampak dapat mengajukan refund atau reschedule setelah kegiatan pendakian kembali dibuka. Mekanisme dan tata cara pengajuannya akan disampaikan lebih lanjut oleh pengelola.

Di sisi lain, situasi tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama ketika aktivitas kebakaran terjadi berdekatan dengan jalur pendakian. Bahkan, laporan terbaru menyebut sekitar 170 pendaki masih berada di Ranu Kumbolo dan sementara ditempatkan di area aman sembari menunggu proses evakuasi. Petugas bersama Porter dan Pemandu Gunung Semeru Terpadu (PPGST) disiapkan untuk membantu proses penurunan pendaki.

BB TNBTS memastikan penutupan jalur pendakian tidak otomatis menghentikan seluruh aktivitas di kawasan sekitar. Wisata Ranu Regulo tetap dinyatakan tidak terdampak kebakaran. Begitu pula akses transportasi Malang-Lumajang melalui Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan Senduro, Kabupaten Lumajang, masih dapat dilalui.

Pengelola juga mengingatkan masyarakat, wisatawan dan pelaku jasa wisata agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan sumber api, seperti membuat api unggun, menyalakan kembang api atau flare, serta membakar sampah.

Bagi calon pendaki, penutupan ini bukan sekadar soal gagalnya perjalanan wisata. Kebijakan tersebut menjadi konsekuensi dari kondisi kawasan konservasi yang belum aman. Kepastian pembukaan kembali jalur Semeru pada akhirnya bergantung pada hasil penanganan kebakaran dan penilaian keselamatan oleh pihak berwenang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.