Simbol Pahlawan Pangan: Uniknya Upacara Kemerdekaan Petani Sumenep di Tengah Sawah.

oleh -26 Dilihat
oleh
IMG-20260818-WA0035
IMG-20260818-WA0035
banner 468x60

 

SUMENEP, Garudasatunews.id – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tak hanya terasa di halaman instansi pemerintahan, namun juga hadir di tengah hamparan sawah yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

 

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep bersama jajaran penyuluh pertanian dan para petani, menggelar upacara penurunan bendera Merah Putih di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Senin (17/8/2026). Upacara ini berlangsung sederhana namun penuh makna, dengan seluruh peserta termasuk kelompok petani yang tergabung dalam Brigade Pangan tampil mengenakan pakaian khas petani. Penampilan ini menjadi simbol nyata bahwa sektor pertanian dan para petani memiliki peran vital dalam mengisi dan menjaga kemerdekaan bangsa.

 

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan kegiatan ini merupakan inisiatif bersama para penyuluh pertanian sebagai wujud rasa syukur mendalam atas kemerdekaan yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa saat ini sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan yang didukung dengan stabilnya harga gabah di tingkat petani serta ketersediaan pupuk yang semakin terjamin.

 

“Kegiatan ini adalah wujud terima kasih kami kepada negara. Hari ini sektor pertanian benar-benar menjadi perhatian utama, harga gabah sudah stabil dan pasokan pupuk pun sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujar Chainur.

 

Ia juga menekankan bahwa peringatan hari kemerdekaan bukan hanya milik aparatur negara semata, melainkan juga milik seluruh elemen masyarakat termasuk para petani. Kemerdekaan ini harus dimaknai dengan kontribusi nyata di bidang masing-masing, salah satunya melalui kerja keras menjaga ketahanan pangan daerah.

 

“Petani juga wajib merasakan dan memaknai HUT RI ini sebagai rasa syukur sekaligus bentuk pengabdian kepada negara,” tegasnya.

 

Memasuki usia kemerdekaan yang ke-81, Chainur Rasyid berharap adopsi teknologi digital dapat semakin mempercepat peningkatan produktivitas pertanian. Para petani diharapkan semakin mandiri dan mampu menghadirkan hasil pertanian dengan kualitas yang lebih baik.

 

Lebih jauh, ia mendorong semangat inovasi di kalangan petani agar hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan dapat diolah sendiri menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani tanpa mengorbankan kuantitas maupun kualitas hasil produksi.

 

“Kini kita tidak lagi berperang mengangkat senjata, melainkan berjuang memajukan sektor pertanian demi bangsa dan negara. Itulah wujud nyata rasa syukur kita atas kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.