Penanganan Karhutla Kalimantan, Pemerintah Kerahkan 12.880 Personel Gabungan di Tiga Provinsi.

oleh -24 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id — Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan. Upaya ini dilakukan melalui operasi terpadu lintas sektor, dengan fokus utama di tiga provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kehutanan, Jumat (21/8/2026), operasi pengendalian karhutla melibatkan beragam unsur mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat luas. Di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta warga setempat.

“Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi.

12.880 Personel Dikerahkan di Tiga Provinsi :
Data operasi mencatat sedikitnya 12.880 personel gabungan telah disiagakan di tiga provinsi prioritas. Rinciannya: 1.410 personel di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.

Para petugas menjalankan berbagai upaya pengendalian, mulai dari pemantauan titik panas (hotspot) dan verifikasi laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga pemadaman darat. Kegiatan juga mencakup pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan wilayah rawan agar api tidak kembali berkobar.

Seluruh pihak berkoordinasi melalui posko terpadu yang berfungsi sebagai pusat komando untuk menentukan lokasi prioritas sekaligus mengarahkan personel dan peralatan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Operasi ini didukung berbagai sarana penunjang: kendaraan pemadam, pompa air dan pompa jinjing, selang, flexible tank, alat komunikasi, hingga peralatan pelindung diri. Dukungan dari udara juga disiapkan, mencakup helikopter patroli, pesawat sayap tetap, hingga helikopter pengebom air (water bombing) untuk mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau darat.

Sumur Bor, Solusi Kunci Atasi Keterbatasan Air

Selain memperbanyak personel, pemerintah juga meningkatkan kemampuan satuan tugas di lapangan melalui penambahan sarana dan prasarana. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.

Kementerian Kehutanan menjelaskan langkah ini sangat krusial, mengingat sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas seiring berlanjutnya musim kemarau. Sumur bor berfungsi memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan lahan.

Ketersediaan air menjadi perhatian utama, terutama dalam penanganan karhutla di lahan gambut. Pada jenis lahan ini, bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan berpotensi menyala kembali jika pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemadaman sekaligus pendinginan menyeluruh menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Dengan adanya koordinasi lintas sektor, penguatan jumlah personel, kelengkapan peralatan, serta pemenuhan sumber air melalui sumur bor, penanganan karhutla diarahkan agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan berkesinambungan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.