Pemkab Mojokerto Genjot IKM Go Digital

oleh -30 Dilihat
oleh
Pemkab Mojokerto Genjot IKM Go Digital
Wabup Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian saat membuka Pembinaan dan Pelatihan Social Media Marketing bagi IKM Kabupaten Mojokerto Tahun di Kecamatan Pungging. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) beradaptasi dengan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk lokal hingga pasar nasional dan internasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Social Media Marketing bagi IKM Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Pungging, Rabu (26/8/2026). Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus membangun daya saing produk.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian mengatakan, daerah tersebut memiliki potensi besar pada sektor industri kreatif dan produk olahan, mulai kuliner, tekstil, alas kaki, batik hingga kerajinan tangan. Namun, potensi itu dinilai tidak akan maksimal tanpa kemampuan pelaku usaha mengikuti perkembangan teknologi.

“Media sosial saat ini bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan instrumen vital untuk promosi, membangun merek, dan memperluas pasar,” ujar Rizal.

Menurut dia, pemasaran berbasis digital membuka peluang produk IKM Mojokerto tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi juga menjangkau konsumen nasional hingga internasional. Karena itu, pelaku usaha didorong mengubah pola pikir bisnis agar tidak sekadar berorientasi pada produksi.

Pemkab juga menekankan sejumlah aspek yang menjadi penentu daya saing, di antaranya penguatan identitas merek (branding), kemasan yang menarik, legalitas usaha serta konsistensi menjaga kualitas produk yang dipasarkan secara daring.

Langkah tersebut menjadi penting karena kemampuan memproduksi barang belum otomatis menjamin keberhasilan memasuki pasar global. Pelaku IKM juga dituntut mampu membangun merek, memenuhi aspek legalitas, menjaga standar kualitas, serta menguasai strategi komunikasi pemasaran digital.

Kegiatan pelatihan tersebut diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto dengan melibatkan sejumlah pihak, antara lain Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Kadin Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Pungging dan Rumah BUMN Cabang Mojokerto. Materi diberikan oleh Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Mojokerto dan praktisi digital marketing.

Dorongan menuju pasar internasional bukan tanpa contoh. Pada 2025, produk alas kaki dari Kabupaten Mojokerto sebanyak 3.250 pasang berhasil diekspor perdana ke Busan, Korea Selatan, dengan nilai sekitar USD37.060 atau sekitar Rp602 juta.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penguatan pemasaran digital perlu berjalan beriringan dengan pendampingan usaha, legalitas, kualitas produk, pengembangan merek dan akses jejaring pasar. Tanpa penguatan pada aspek-aspek tersebut, target membawa lebih banyak produk IKM Mojokerto ke pasar global berpotensi berhenti sebatas promosi.

Pemkab Mojokerto menyatakan akan terus mendorong IKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi berkembang, naik kelas dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah serta penciptaan lapangan kerja.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.