Pemkab Lamongan Bersihkan 8 Kilometer Saluran Air Cegah Banjir

oleh -19 Dilihat
oleh
Pemkab Lamongan Bersihkan 8 Kilometer Saluran Air Cegah Baanjir
Petugas dari Dinas SDABK Lamongan, membersihkan saluran air, untuk memperlancar aliran air ketika musim hujan tiba.
banner 468x60
LAMONGAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan membersihkan saluran air sepanjang kurang lebih 8 kilometer melalui program Gempur Saloka (Gerakan Bersih Lumpur Saluran dalam Kota) untuk mengantisipasi banjir menjelang musim hujan 2026. Kegiatan ini menyasar sejumlah saluran di Kecamatan Babat dan Kecamatan Lamongan, dengan progres pengerjaan yang berbeda di kedua wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengatakan pembersihan dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di kawasan perkotaan dan titik-titik rawan banjir.

“Gempur Saloka merupakan langkah nyata untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik menjelang musim hujan. Kami ingin aliran air lebih lancar sehingga potensi genangan dapat diminimalkan,” ujar Erwin saat ditemui di Kantor SDABK Kabupaten Lamongan, Selasa (27/10/2026).

Pengerjaan di Babat Tuntas, Lamongan Kota Masih Berjalan

Pemkab Lamongan memulai pelaksanaan Gempur Saloka 2026 di Kecamatan Babat pada 20 Juli hingga 29 Agustus 2026. Pengerjaan di wilayah tersebut telah mencapai 100 persen, meliputi Saluran Sawo, Saluran Bedahan, Saluran Plaosan, Tanggul Truni, serta Saluran Sumurgenuk di depan RS Muhammadiyah Babat. Sejumlah pekerjaan didukung penggunaan alat berat.

Sementara itu, pekerjaan di Kecamatan Lamongan dimulai pada 31 Agustus 2026 dan masih berlangsung. Hingga laporan pemerintah daerah tersebut diterbitkan, progres pengerjaan di wilayah ini mencapai 40 persen.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran penanganan antara lain Saluran Mlaten–Kenduruan–Sidokumpul di kawasan Plaza Lamongan, saluran di depan Stasiun Lamongan, saluran di depan CPM, serta Saluran Pasar Sidoharjo–Kaliotik.

Erwin menyatakan pekerjaan di Kecamatan Lamongan dilanjutkan secara bertahap agar saluran yang menjadi sasaran penanganan dapat berfungsi lebih optimal saat hujan turun.

Efektivitas Pembersihan Menjadi Kunci Pencegahan Banjir

Pembersihan saluran air merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko genangan. Namun, efektivitas program tidak hanya ditentukan oleh panjang saluran yang ditangani atau persentase penyelesaian pekerjaan, melainkan juga oleh kemampuan drainase mengalirkan air setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, pemantauan kondisi saluran setelah pengerjaan, pemeliharaan berkala, serta evaluasi pada titik-titik yang masih berpotensi mengalami genangan menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan banjir.

Aspek tersebut juga relevan untuk memastikan program penanganan drainase memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di kawasan perkotaan dan sekitar fasilitas umum.

Meski demikian, data mengenai dampak aktual Gempur Saloka 2026 terhadap penurunan genangan di seluruh lokasi sasaran belum dirinci dalam keterangan yang dipublikasikan. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk mengukur sejauh mana pembersihan saluran mampu mengurangi risiko banjir ketika curah hujan meningkat.

Pemkab Ajak Masyarakat Menjaga Kebersihan Saluran

Selain pengerjaan infrastruktur, Pemkab Lamongan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga fungsi drainase. Warga diimbau tidak membuang sampah ke saluran air dan turut menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah daerah berharap kombinasi antara pembersihan saluran, pemeliharaan infrastruktur, dan partisipasi masyarakat dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan serta meminimalkan potensi banjir di Kabupaten Lamongan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.