PDIP Surabaya Bidik 15 Kursi, Gen Z Jadi Andalan

oleh -28 Dilihat
oleh
PDIP Surabaya Bidik 15 Kursi, Gen Z Jadi Andalan
Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Surabaya di Grand Empire Palace, Minggu (10/5/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Surabaya yang digelar di Grand Empire Palace, Minggu (10/5/2026). Forum konsolidasi lima tahunan itu tidak hanya membahas restrukturisasi kepengurusan, tetapi juga menjadi sinyal kuat langkah PDIP mempertahankan dominasi politik di Kota Pahlawan setelah perolehan kursi DPRD Surabaya menurun pada Pemilu 2024.

Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji menegaskan regenerasi kepengurusan menjadi fokus utama partai. PDIP menargetkan sedikitnya 50 persen struktur pengurus PAC diisi kalangan Generasi Z guna menghadapi perubahan peta pemilih pada Pemilu 2029.

“Kalau ada restrukturisasi organisasi dalam kepengurusan PAC itu hal biasa. Penekanan kita sekarang, minimal 50 persen anak-anak Gen Z masuk dalam jajaran pengurus,” kata Armuji.

Musancab tersebut dihadiri Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan Puti Guntur Soekarno, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Agenda kemudian ditutup dengan pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus PAC PDIP se-Kota Surabaya.

Dalam arahannya, Armuji yang akrab disapa Cak Ji meminta seluruh kader menjaga loyalitas politik sekaligus aktif menyerap aspirasi masyarakat. Dia menilai kader partai tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktural, melainkan juga dituntut memiliki gagasan dan inovasi politik di tengah persaingan perebutan suara pemilih muda.

“Kalau jadi manusia politik, kalian punya ide, gagasan dan inovasi untuk menggerakkan organisasi dan mendengar rakyat,” ujarnya.

Cak Ji juga melontarkan peringatan keras terkait dugaan penyalahgunaan program bantuan dan praktik pungutan terhadap masyarakat. Dia menegaskan PDIP Surabaya tidak akan mentolerir kader yang terbukti memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

“Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang rakyat dari program-program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi sorotan di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan integritas partai politik, terutama menjelang persiapan kontestasi Pemilu 2029.

Armuji juga menekankan pentingnya soliditas internal partai. Menurut dia, konflik internal berpotensi melemahkan kekuatan PDIP di Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama suara partai berlambang banteng tersebut.

“Rumus kalah itu tidak ada kalau kita kompak. Tinggal semangat dan kemauan turun mendengar rakyat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono mengakui hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi serius setelah jumlah kursi PDIP di DPRD Surabaya turun menjadi 11 kursi. Kondisi itu dinilai belum memenuhi target partai.

“Surabaya kategori kuat, tetapi kursinya masih jauh dari harapan. Surabaya harus nomor satu,” ujar Deni.

PDIP Jawa Timur kini memasang target ambisius dengan membidik minimal 15 kursi DPRD Surabaya pada Pemilu 2029. Untuk mengejar target tersebut, partai mulai membuka ruang lebih luas bagi kader muda masuk dalam struktur organisasi.

“Minimal 20 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun. Tahun 2029 pemilih Gen Z hampir 60 persen. Kalau tidak memberi ruang anak muda, kita akan tertinggal,” ucapnya.

Deni juga meminta seluruh kader menghentikan konflik internal dan menghapus sekat kelompok di tubuh partai demi menjaga kekuatan organisasi menjelang pesta demokrasi mendatang.

“Tidak ada lagi blok-blokan, tidak ada orang-orangan. Semua adalah orangnya PDI Perjuangan,” katanya.

Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan Puti Guntur Soekarno turut menegaskan pentingnya loyalitas ideologi serta penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. Dia menilai dinamika internal partai harus tetap berada dalam koridor perjuangan politik dan ideologi partai.

“Partai tanpa dinamika bukan partai. Tetapi dinamika harus berlandaskan loyalitas dan ideologi,” ujar Puti.

Selain itu, Puti meminta seluruh kader meningkatkan kemampuan digital dan penguasaan media sosial guna merebut suara pemilih muda dan perempuan yang diperkirakan mendominasi Pemilu 2029.

“Hari ini partai lain berlomba merekrut anak muda. Kita tidak boleh tertinggal. Semua kader harus melek digital dan media sosial,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.