PDIP Jember Incar Pemilih Kelas Menengah

oleh -55 Dilihat
oleh
PDIP Jember Incar Pemilih Kelas Menengah
PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menyasar pemilih dari kalangan kelas menengah pekerja untuk memenangi pemilihan umum pada 2029.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – PDI Perjuangan Kabupaten Jember mulai memetakan strategi baru untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan membidik pemilih dari kalangan kelas menengah pekerja. Langkah ini mencuat dalam pelantikan 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Ballroom Hotel Cempaka Hill, Minggu (24/5/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, menegaskan partainya tidak lagi hanya fokus pada basis tradisional wong cilik dan kaum Marhaen, tetapi mulai menggarap kelompok pemilih rasional yang dinilai semakin menentukan arah politik nasional.

“Kita tetap partainya wong cilik dan kaum Marhaen. Tapi sekarang kita harus melek teknologi dan mulai menjangkau kelompok-kelompok rasional,” ujar Widarto dalam pidatonya.

Pernyataan itu muncul setelah hasil survei internal menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru datang dari kantong-kantong pemilih yang selama ini identik dengan basis PDIP. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm politik bagi partai berlambang banteng moncong putih itu.

Widarto mengakui pada pemilu sebelumnya sebagian pemilih akar rumput PDIP berpindah pilihan politik karena faktor tekanan program bantuan sosial. Menurutnya, situasi itu tidak boleh kembali terulang pada kontestasi mendatang.

“Ini harus kita antisipasi. Jangan sampai basis kita kembali tergerus,” katanya.

PDIP Jember kini membidik kelompok pekerja kelas menengah yang masuk kategori desil 6 dan 7 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini disebut tidak tersentuh bantuan sosial pemerintah, namun merasakan langsung tekanan ekonomi akibat turunnya daya beli dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Mereka berpendidikan menengah dengan penghasilan sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta. Tidak mendapat bansos, tapi paling merasakan tekanan ekonomi,” ujar Widarto.

Ia menilai kelompok tersebut memiliki karakter pemilih rasional, kritis, dan mampu memengaruhi opini sosial politik di lingkungan sekitarnya. Karena itu, PDIP Jember mulai menyiapkan pola pendekatan politik yang lebih modern dan berbasis isu ekonomi masyarakat perkotaan serta pekerja produktif.

Widarto yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) optimistis strategi perluasan ceruk pemilih itu mampu mendongkrak kekuatan PDIP di legislatif. Saat ini PDIP memiliki delapan kursi di DPRD Jember dan menargetkan tambahan empat kursi pada Pemilu 2029.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.