Pasar Madura Kondusif: Harga Bahan Pokok Terkendali, Cabai Mulai Turun.

oleh -19 Dilihat
oleh
IMG-20260818-WA0036
IMG-20260818-WA0036
banner 468x60

 

MADURA, Garudasatunews.id – Harga sejumlah komoditas bahan pokok di seluruh wilayah Pulau Madura terpantau tetap stabil dan terkendali pada Selasa (18/8/2026). Berdasarkan pemantauan resmi dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur serta pengecekan langsung di pasar-pasar tradisional di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep, ketersediaan pasokan dipastikan aman dan mencukupi.

 

Kestabilan harga ini didukung oleh kelancaran jalur distribusi antardaerah, serta stok yang cukup tersedia baik di tingkat distributor maupun pedagang eceran di lapak-lapak pasar.

 

Berikut rincian rata-rata harga komoditas pangan pokok di Pulau Madura per 18 Agustus 2026:

 

– Beras Medium: Rp12.500 – Rp13.200 per kilogram

– Beras Premium: Rp14.500 – Rp15.300 per kilogram

– Minyak Goreng Curah: Rp15.500 – Rp16.000 per liter

– Minyakita: Rp15.700 per liter (sesuai Harga Eceran Tertinggi)

– Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp19.000 – Rp21.000 per liter

– Gula Pasir: Rp17.000 – Rp17.500 per kilogram

– Telur Ayam Ras: Rp27.000 – Rp28.500 per kilogram

– Daging Ayam Broiler: Rp34.000 – Rp36.000 per kilogram

– Daging Sapi Segar: Rp115.000 – Rp125.000 per kilogram

– Cabai Rawit Merah: Rp38.000 – Rp42.000 per kilogram (tercatat penurunan dibanding pekan lalu)

– Cabai Merah Besar: Rp30.000 – Rp34.000 per kilogram

– Bawang Merah: Rp26.000 – Rp30.000 per kilogram

– Bawang Putih Honan: Rp36.000 – Rp38.000 per kilogram

 

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas perdagangan berjalan normal. Di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan maupun Pasar Srimangunan Sampang, para pedagang mengaku aliran pasokan sayuran dan bumbu dapur dari wilayah Jawa Timur daratan berjalan lancar tanpa terhalang gangguan cuaca ekstrem di jalur penyeberangan.

 

Sementara itu, di Pasar Kolpajung Pamekasan dan Pasar Anom Sumenep, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga daya beli rumah tangga.

 

Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di keempat kabupaten terus melakukan pemantauan berkala guna mencegah potensi lonjakan harga, serta memastikan ketersediaan sembako tetap aman dan terjaga hingga akhir bulan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.