PAD PDAM Pasuruan Naik, Layanan Air Didorong Meluas

oleh -34 Dilihat
oleh
PAD PDAM Pasuruan Naik, Layanan Air Didorong Meluas
PAD dari PDAM Kabupaten Pasuruan meningkat dari Rp2,8 miliar menjadi Rp5,2 miliar. DPRD optimistis kontribusi PAD dari sektor air bersih dapat menembus lebih dari 100 persen target.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id — Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pasuruan disebut meningkat menjadi sekitar Rp5,2 miliar. Kenaikan tersebut mendorong DPRD Kabupaten Pasuruan meminta perusahaan daerah itu memperluas cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Peningkatan kontribusi PAD tersebut dinilai perlu diikuti dengan penguatan fungsi utama PDAM sebagai penyedia layanan dasar. Artinya, pertumbuhan pendapatan perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi penerimaan daerah, tetapi juga dari seberapa luas masyarakat memperoleh akses air bersih.

DPRD mendorong agar peningkatan kinerja PDAM diarahkan untuk membuka layanan di wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan perpipaan. Perluasan jaringan dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan manfaat keberadaan perusahaan daerah dapat dirasakan lebih banyak warga.

Dorongan tersebut sekaligus menempatkan kenaikan PAD sebagai momentum evaluasi. Semakin besar kontribusi PDAM terhadap pendapatan daerah, semakin besar pula ekspektasi publik terhadap kualitas dan pemerataan pelayanan air bersih.

Dalam perspektif pengawasan, DPRD juga perlu memastikan peningkatan pendapatan tidak berhenti pada capaian angka PAD. Aspek investasi jaringan, kualitas distribusi, kontinuitas pasokan, serta kemampuan masyarakat memperoleh layanan air bersih menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Perluasan pelayanan juga membutuhkan perencanaan yang terukur, terutama terkait wilayah prioritas, kapasitas sumber air, kondisi jaringan dan kebutuhan investasi. Dengan demikian, ekspansi pelayanan tidak sekadar mengejar jumlah pelanggan, tetapi tetap mempertimbangkan keberlanjutan operasional PDAM.

Di sisi lain, transparansi mengenai kinerja perusahaan daerah menjadi penting karena PDAM mengemban fungsi pelayanan publik sekaligus memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah. Informasi mengenai target pelanggan, wilayah yang akan dilayani, investasi jaringan dan penggunaan hasil usaha perlu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Kenaikan PAD hingga Rp5,2 miliar pada akhirnya menjadi indikator positif, tetapi belum cukup untuk mengukur keberhasilan PDAM secara menyeluruh. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Dengan dorongan DPRD untuk memperluas layanan, PDAM kini menghadapi tuntutan ganda: mempertahankan kinerja keuangan sekaligus memperluas pelayanan dasar. Ukuran keberhasilannya bukan hanya seberapa besar PAD yang disetorkan, melainkan seberapa banyak warga yang akhirnya mendapatkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.