JAKARTA, Garudasatunews.id — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengintensifkan Operasi P4GN terpadu di wilayah perbatasan Batam, Kepulauan Riau, guna menutup jalur peredaran narkotika lintas negara.
Operasi ini menegaskan sikap negara: tegas memberantas jaringan, humanis memulihkan penyalahguna.
Pada pertengahan Januari 2026, BNN bersama Polri, TNI, Bea Cukai, dan Imigrasi mengungkap tiga kasus besar di Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Bintang 99 Persada.
Total barang bukti yang diamankan mencapai 550 gram bruto, terdiri dari 542,3 gram sabu dan 8,9 gram THC sintetis. Lima tersangka ditangkap, sementara tiga lainnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pengungkapan pertama terjadi Kamis (15/1) pukul 14.00 WIB di Bandara Hang Nadim. Petugas mendapati 400 gram sabu disembunyikan dalam sandal.
Tersangka AF diamankan, satu pelaku lain masih diburu.
Di hari yang sama pukul 21.30 WIB, pengungkapan berlanjut di Pelabuhan Bintang 99 Persada. Modus body pack mengungkap 132,4 gram sabu.
Tersangka JCS ditangkap, satu pelaku lainnya berstatus DPO.
Kasus ketiga terungkap Sabtu (17/1) pukul 06.50 WIB di Bandara Hang Nadim. Petugas menyita 9,9 gram sabu dan 8,9 gram tembakau gorila (THC sintetis) dari dalam koper.
Tersangka VDD diamankan, satu pelaku masih dalam pengejaran.
Tak hanya penindakan, BNN juga menggelar operasi terpadu di sejumlah tempat hiburan malam di Batam. Dari tes urine terhadap 84 orang—termasuk pemandu lagu dan WNA—lima pemandu lagu terindikasi positif narkotika.
BNN menempuh pendekatan berkeadilan: dilakukan asesmen menyeluruh, dan bagi penyalahguna non-jaringan diarahkan ke program rehabilitasi sesuai tingkat ketergantungan.
Kepala BNN RI melalui Kepala Biro Humas dan Protokol, Dr. Putu Putera Sadana, menegaskan perang melawan narkotika dilakukan secara komprehensif.
“Negara hadir menutup ruang kejahatan narkotika dengan tegas, sekaligus membuka jalan pemulihan bagi korban penyalahgunaan demi menyelamatkan generasi bangsa,” ujarnya.
BNN mengajak masyarakat aktif berpartisipasi dalam P4GN dengan melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Sinergi semua pihak menjadi kunci menjaga ruang publik tetap aman dan bersih dari narkotika, khususnya di wilayah perbatasan strategis seperti Batam. (Red-Garudasatunews)
















